Edukasi Sebagai Kunci Pengurangan Resiko Bencana

Kunci dari pengurangan risiko bencana adalah edukasi dan komunikasi. Dengan begitu, Indonesia akan mampu menciptakan budaya sadar bencana melalui ketangguhan masyarakat yang siap untuk selamat dengan mengetahui langkah-langkah pengurangan risiko bencana.

edukasi bencana
Ilustrasi. Dampak gempa di Malang yang mengguncang laut selatan Jawa Timur (ACTNews/Muhammad Ubaidillah)

ACTNews, JAKARTA – Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, baik bencana alam, non alam maupun bencana sosial. Posisi Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik berpotensi memliki risiko bencana alam yang tinggi.

Tidak ada satu kota pun di Indonesia yang bebas dari ancaman bencana. “Bencana yang terjadi di Indonesia selalu unik, pengaruh yang ditimbulkan juga selalu berbeda. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk mampu melakukan langkah-langkah pengurangan risiko bencana. Tidak ada yang pernah siap ketika bencana terjadi, tetapi kita bisa lebih siap dari hari yang kemarin, kita akan lebih siap besok daripada hari ini,” ungkap  Prof. Dr. Ronald A. Harris, Dosen dari Brigham Young University, Utah, USA.

Ia juga menekankan empat komponen penting dalam pengurangan risiko bencana, antara lain pemahaman tentang risiko bencana yang ada, memperkuat tata kelola dan manajemen risiko bencana, investasi dalam pengurangan risiko bencana, serta meningkatkan kesiapsiagaan untuk respon yang efektif melalui pelatihan dan simulasi yang dilakukan secara berkala.

Masyarakat Indonesia diharapkan dapat mengubah apa yang selama ini dilakukan agar perilaku pengurangan risiko bencana dapat diciptakan secara dua arah, dari bawah ke atas dari lingkaran sosial paling kecil, yaitu keluarga, sampai institusi pemerintahan, maupun sebaliknya.[]