Ekonomi Guru Honorer di Batam Terimbas Pandemi

Pandemi Covid-19 membuat ekonomi guru honorer di Batam terpuruk. Usaha dan mata pencaharian sampingan tidak bisa dilakukan, dan kini hanya mengandalkan gaji bulanan sebagai guru yang pas-pasan.

Salah satu guru saat ditemui tim ACT Batam. (ACTNews)

ACTNews, BATAM – Pandemi Covid-19 membuat ekonomi guru-guru honorer di Batam semakin sulit. Tak hanya ekonomi, kegiatan belajar mengajar siswa yang dilakukan daring juga membuat guru kesulitan melakukan pemantauan perkembangan siswa. 

Salah seorang guru honorer di salah satu sekolah dasar terpadu di Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Batam, Indra Setiawan mengatakan, banyak rekan-rekannya sesama guru honorer harus kehilangan pencaharian sampingan akibat pandemi Covid-19. Padahal gaji menjadi guru tidaklah seberapa, masih di bawah Rp1 juta. 

“Karena gaji guru tidak cukup, akhirnya banyak yang kerja sampingan. Ada yang mengajar privat, jadi libur karena pandemi Covid-19. Mau bagaimana lagi? Sama-sama sedang sulit, kita tidak bisa berbuat banyak,” kata Indra, Sabtu (3/7/2021). 

Indra mengaku, meski tengah berada dalam kondisi sulit, para guru tetap semangat mengajar siswa. Semangat itu ditunjukkan dengan tetap ke sekolah, memberikan sekolah secara daring, memberikan tugas, merespons pertanyaan wali siswa, dan melakukan penilaian hasil belajar siswa. “Ini tanggung jawab. Semuanya demi siswa agar tetap belajar,” jelasnya. 

Guru honorer yang lain, Nanik Fitriatul mengungkapkan, tidak hanya ekonomi, pandemi juga membuat guru-guru kesulitan mengontrol siswa karena KBM dilakukan daring. Pemantauan siswa hanya dari laporan yang diterima dari orang tua atau wali. Sehingga guru, sebagai pihak yang netral, bersifat pasif dan pemantauan tidak maksimal. 

“Kita enggak tahu, enggak bisa pantau perkembangan siswa seperti apa, budi pekertinya seperti apa.  Jadi tidak maksimal, laporan hanya dari orang tua yang dikirim. Mudah-mudahan pandemi cepat berlalu,” kata Nanik, Sabtu (3/7/2021). 

Khairul Hafiz dari tim program ACT Batam, mengatakan, untuk membantu para guru honorer yang tengah kesulitan ekonomi, Global Zakat-ACT memberikan bantuan paket pangan dan biaya hidup. Harapannya agar dapat meringankan beban para guru saat pandemi Covid-19. 

“Tentu kita melihat, pandemi Covid-19 benar-benar membuat ekonomi guru honorer babak belur. Yang punya usaha sampingan gulung tikar, ada juga yang gajinya harus 3-5 bulan baru dibayar, dirapel. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban mereka,” katanya, Senin (5/7/2021).[]