Ekonomi Terpuruk, Ustazah Eka Gadaikan TV dan Ponsel agar Bisa Makan

Akibat pandemi Covid-19, perekonomian keluarga Ustazah Eka terpuruk. Bahkan, dia harus menggadaikan ponsel dan TV agar bisa makan.

ustazah eka listiawati
Suasana TPQ Al-Furqon saat Ustazah Eka mengajar. (ACTNews)

ACTNews, BALIKPAPAN – Pandemi benar-benar menghancurkan perekonomian keluarga Ustazah Eka Listiawati. Untuk bertahan hidup selama pandemi Covid-19, Ustazah Eka harus menggadaikan barang-barang elektronik di rumahnya.

Ustazah Eka merupakan salah satu guru mengaji di TPA Al-Furqon, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan, Kota Balikpapan. Meski kondisi ekonominya terpuruk, Ustazah Eka tetap semangat mengajar anak-anak mengaji. Untuk bertahan hidup, Ustazah Eka menggadaiakan ponsel dan TV di rumahnya. 

“Saya tidak punya niatan berhenti mengajar mengaji agar bisa mencari penghasilan lebih baik. Saya tetap bersyukur karena masih diberi kesehatan,” kata Ustazah Eka, Selasa (31/8/2021). 

Gaji mengajar mengaji di TPQ tidak lebih dari Rp300 ribu per bulan. Selama pandemi Covid-19, suami Ustazah Eka bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Mulai dari menjadi pengemudi ojek hingga kuli bangunan. 

“Sudah delapan bulan tidak mendapat pekerjaan tetap. Untuk makan, bekerja serabutan dengan pendapatan Rp50 ribu sehari. Itu juga tidak setiap hari dapat,” ujarnya. 

Untuk membantu meringankan beban Ustazah Eka, Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup, Selasa (31/8/2021). Selain Ustazah Eka, tiga guru lain di TPQ yang sama juga diberi bantuan biaya hidup.[]