Ekspedisi Kedua, Bantuan Kemanusiaan Jangkau Suku Mausu Ane

Ekspedisi Kedua, Bantuan Kemanusiaan Jangkau Suku Mausu Ane

ACTNews, MALUKU TENGAH - Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan untuk kedua kalinya mengunjungi pemukiman Suku Mausu Ane di pelosok Maluku Tengah. Jumat (2/8), bersama dengan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Maluku, ACT kembali mengantarkan bantuan kemanusiaan untuk warga suku yang tengah dirundung krisis pangan itu.

“Sesuai hasil kedatangan sebelumnya, ACT datang membawa apa yang dibutuhkan warga Suku Mausu Ane. Kebutuhan pangan utamanya, kami membagikan paket berupa sembako berisi beras, minyak goreng, gula pasir, teh celup, kecap manis, susu kental manis,” papar Nur Ali Akbar, Koordinator Program ACT Sulsel.

Ekspedisi kali ini, tim memulai perjalanan dari Ambon, dan menempuh waktu sekitar 36 jam hingga sampai ke lokasi. Pada hari yang sama, sekiranya 28 keluarga atau sekitar 112 jiwa telah berada di tempat relokasi Suku Mausu Ane di hutan Maneo Rendah, Desa Maneo, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Rute yang dilalui tim pun beragam: udara, darat, dan laut.

 

Namun, jarak yang jauh dan sulitnya medan tidak mengurungkan semangat tim ACT yang bertugas. Selain mendistribusikan paket pangan, ACT juga membagikan selimut dan tikar untuk memenuhi perlengkapan tidur warga Suku Mausu Ane yang sudah berada di tempat relokasi.

“Menurut info dari Raja Maneo, sebagian warga suku masih berada di dalam hutan, mereka masih menutup diri dari masyarakat luar,” ujar Nur Ali.

Akibat krisis pangan yang terus berkelanjutan, banyak penyakit terjangkit, lalu menyerang kesehatan warga Suku Maudu Ane. Di hari yang bersamaan, ACT juga menggelar pelayanan kesehatan dan mendapati sekiranya 12 orang positif menderita.

 

“Penyakitnya beragam, ada yang menderita hepatitis, ISPA, penyakit kulit hingga gejala gizi buruk,” terang Syam, salah satu relawan medis ACT di lokasi.

Syam menambahkan, sebagian besar warga Suku Mausu Ane mengalami gejala kekurangan gizi. Hal ini dikarenakan mereka belum mau mengkonsumsi nasi dan lauk yang lebih bernutrisi. “Mereka hanya mau makan papeda atau sagu saja. Bahkan beberapa dari mereka ada yang mengalami pertumbuhan kerdil atau stunting karena kekurangan gizi,” imbuh Syam.

Suku Mausu Ane merupakan satu dari suku pedalaman di Indonesia yang masih memilih hidup di pedalaman dan melakukan gaya hidup berpindah-pindah (nomaden) . Selian dengan alasan mencari lahan dan makanan, nomaden juga untuk menjauhkan diri mereka dari hiruk-pikuk dunia luar. Bahkan kata Ali, ketika warga Suku Mausu Ane mendengar suara mesin saja, mereka langsung lari berhamburan ke dalam hutan.

 

Saat ini, hal yang juga dibutuhkan oleh warga Suku Mausu Ane adalah tempat tinggal dan pendidikan. Terutama bagi mereka yang sudah berada di tempat relokasi. “Mereka butuh pemukiman yang layak dengan pendidikan yang layak pula. Penyuluhan lewat pendidikan juga penting untuk kelangsungan hidup mereka, sehingga tercipta peradaban yang lebih baik bagi merek,” jelas Nur Ali. []

Tag

Belum ada tag sama sekali