Empat Armada Kemanusiaan ACT Layani Penyintas Banjir di Bidara Cina

Selain melepas 10 truk bantuan logistik di sejumlah titik di Jabodetabek, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menurunkan sejumlah armada untuk korban banjir di kawasan Bidara Cina, Jakarta Timur.

Empat Armada Kemanusiaan ACT Layani Penyintas Banjir di Bidara Cina' photo
Wakilota Jakarta Timur Muhammad Anwar sedang menengok armada yang diturunkan ACT. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – Aksi Cepat Tanggap (ACT) melepas 10 armada bantuan untuk warga terdampak banjir Jabodetabek di Posko Pengungsian Ruang Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Permata Intan di kawasan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur. Selain melepas armada bantuan logistik, ACT juga menurunkan beberapa armada untuk membantu korban di sekitar lokasi. Misalnya saja Humanity Food Truck, Humanity Rice Truck, Humanity Water Truck, dan Ambulans Pre-Hospital.

Humanity Food Truck mendistribusikan sebanyak 1.000 paket makanan siap saji kepada warga terdampak banjir pada acara yang dihelat Sabtu (4/1) kemarin. Selain itu, warga juga mendapatkan 5 ton beras yang telah disiapkan di Humanity Rice Truck. Lalu adanya Ambulans Pre-Hospital dan Humanity Water Truck juga turut membantu warga yang mengalami masalah kesehatan dan kesulitan air bersih selama bencana banjir melanda di awal 2020 ini.

“Kami, bagian dari masyarakat, berasal dari masyarakat, dan harus membantu masyarakat juga. Jadi pada kesempatan hari ini, atas dukungan masyarakat Indonesia yang dermawan, hadir armada-armada beserta aksi-aksinya untuk menyapa warga yang saat ini sedang mengalami kesulitan akibat dari bencana banjir,” kata Wahyu Novyan selaku Direktur Program ACT.

Wahyu berharap, hadirnya bantuan-bantuan ini dapat menginspirasi juga masyarakat lainnya untuk turun tangan membantu sesama. Sehingga, saudara-saudara mereka yang terdampak dapat lebih cepat bangkit dari kesulitan ini.

Warga Bidara Cina sedang mengantre untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari Tim Medis ACT di Ambulans Pre-Hospital. (ACTNews/Reza Mardhani)

“Sekali lagi, ini bagian dari kebersamaan kita. Kita meyakini bahwasanya bencana apa pun kalau kita syukuri terutama baik yang terdampak bencana maupun yang tidak terdampak jauh lebih bersyukur. Cara bersyukurnya adalah dengan membantu sesama,” ujar Wahyu.

Walikota Jakarta Timur Muhammad Anwar yang hadir langsung di lokasi mengucapkan terima kasih kepada ACT atas bantuan yang diberikan. Anwar berharap, bantuan ini dapat mengobati duka warganya yang saat ini tengah dilanda bencana.

“Harapan saya, khususnya warga Jakarta Timur, bagi yang mampu tolong dermakan rezekinya untuk menolong saudara-saudara kita. Karena banyak saudara kita (korban banjir) yang keluar hanya membawa baju satu saja dan tidak memiliki apa-apa. Mari kita tengok mereka dan kita bantu apa yang bisa kita bantu supaya meringankan beban mereka,” ajak Anwar. 


Simatupang, salah satu warga terdampak mengucapkan syukurnya sekalipun banjir menenggelamkan lantai satu rumahnya. Ia mengaku tercukupi kebutuhannya selama mengungsi di Posko Pengungsian RPTRA Permata Intan.

“Kami bersyukur, bapak-bapak dan ibu-ibu dari ACT serta para relawan yang membantu kami. Kami tidak kekurangan apa pun selama berada di pengungsian. Sampai sekarang kami masih tinggal di pengungsian sejak tanggal satu, karena listriknya korsleting, lampu tidak bisa menyala dan belum bisa membersihkan rumah dari lumpur,” kata Simatupang, Sabtu (4/1). []


Bagikan