Empat Desa di Kabupaten Langkat Diterjang Banjir Bandang

Banjir bandang menerjang Desa Sampe Raya, Timbang Jaya, Timbang Lawan, dan Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Langkat, Sumatra Utara, Selasa (17/11).

Empat Desa di Kabupaten Langkat Diterjang Banjir Bandang' photo
Tim Disaster Emergency Response ACT Sumatra Utara meninjau bantaran Sungai Landak pascabencana banjir bandang, Rabu (18/11). (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN LANGKAT – Banjir bandang menerjang Desa Sampe Raya, Timbang Jaya, Timbang Lawan, dan Laudamak, Kecamatan Bahorok, Langkat, Sumatra Utara, Selasa (17/11) sekitar pukul 22.00 WIB.

Banjir juga menerjang tempat wisata Landak River. Luapan Sungai Landak mengakibatkan pengelola objek wisata dan masyarakat sekitarnya menyelamatkan diri. Proses evakuasi diperkirakan berlangsung hingga pukul 01.30 WIB dini hari. 

Muhammad Farhan dari Tim Disaster Emergency Response Aksi Cepat Tanggap Sumatra Utara melaporkan, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Banjir hanya menyisakan lumpur yang tebal serta gelondongan kayu hutan.

Menurut Farhan, berdasarkan data yang tim peroleh dari pihak Kecamatan Bahorok serta BPBD Langkat, ada satu unit jembatan besi rusak berat di Desa Timbang Lawan, 46 unit penginapan dan warung rusak ringan hingga berat, 13 ekor kambing ternak dan 3 ekor sapi warga mati tersapu banjir. Puluhan hektare lahan pertanian pun rusak. Farhan menjelaskan, akses ke lokasi sulit dijangkau dan hanya dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua atau jalan kaki sejauh sekitar dua kilometer. Objek wisata Landak River juga ditutup sementara untuk umum dan difokuskan upaya penanganan.

Pemkab Langkat melalui BPBD, Dinas Pariwisata, dan Dinas Sosial Langkat, serta dibantu pihak Polsek, Koramil, serta tim ACT Sumatra Utara melakukan inventarisasi dan kaji cepat dampak banjir bandang ini. 

“Tim turut membantu masyarakat melakukan pembersihan material yang terbawa banjir. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat sekitar untuk lebih waspada terhadap potensi bencana banjir bandang dikarenakan kondisi saat ini intensitas hujan sangat rutin,” kata Farhan. 

Berbekal peralatan seadanya warga melakukan pembersihan area dari material banjir bandang dengan menggunakan mesin potong kayu, cangkul, dan karung goni. Selain itu tim juga membuat semacam jembatan darurat di Desa Timbang Lawan.[]