Empat Hercules Angkut Ratusan Pengungsi Wamena ke Sentani

Ratusan orang yang mengungsi dari Wamena ke Sentani tersebut langsung mendapatkan penanganan medis, termasuk dari tim medis ACT.

Empat Hercules Angkut Ratusan Pengungsi Wamena ke Sentani' photo
Aparat setempat dan tim dari berbagai lembaga, termasuk ACT, membantu para pengungsi yang baru tiba di Bandar Udara Sentani. (ACTNews)

ACTNews, SENTANI – Ratusan penyintas konflik kemanusiaan dari Wamena, tiba di Bandar Udara Sentani, Provinsi Papua pada Selasa (1/10). Empat pesawat Hercules disiagakan untuk beberapa kali mengangkut ratusan penyintas konflik tersebut.

“Jadi setelah delapan hari para pengungsi ini bertahan di Wamena, mereka bisa menuju ke Jayapura untuk nanti melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman masing-masing atau mengungsi di Sentani,” kata Wahyu Novyan selaku Komandan Posko Nasional Penanganan Tragedi Wamena, Papua ACT, Wahyu Novyan pada Rabu (2/10).

Pengungsi yang diproritaskan, kata Wahyu, yakni orang-orang yang tengah sakit, ibu hamil, anak-anak dan balita serta lansia. Tim medis ACT langsung bergerak untuk menangani para penyintas yang berdatangan.

“Setelah tiba, tim medis kita langsung mengecek kondisi para korban dari konflik ini karena memang mereka ini datang dengan keadaan yang sangat letih. Ini karena sudah beberapa hari juga mereka mengungsi di tengah konflik di Wamena,” ujar Wahyu.


Seorang ibu sedang dirawat karena pingsan setibanya di Bandar Udara Sentani. (ACTNews)

Salah satunya adalah Windy, seorang bapak yang datang bersama istri dan kedua orang anaknya. Ia sudah menunggu di Bandar Udara Wamena. Sementara ia akan mengungsi di rumah saudaranya di Jayapura karena kondisi di Wamena yang mencekam saat itu.

“Saya sedang di jalan pulang dari kerja seperti biasa, tiba-tiba ada ribut-ribut. Saya pikir anak sekolahan yang sedang ribut dan mulai lempar-lempar batu. Saya santai saja pulang, masuk ke kamar, dan antar anak-anak tidur. Mungkin kira-kira sepuluh menit anak-anak tidur baru ada pembakaran. Itu yang membuat kita berhamburan keluar,” kisah Windy.

Windy dan beberapa warga lainnya juga sempat bertahan sementara dengan berkumpul di sebuah bangunan indekos. Tapi suasana makin tidak kondusif lagi. Baru kemudian ada saudara Windy yang menyarankannya untuk keluar dari Wamena.

“Sekitar jam 12 keadaan makin kacau, ada kakak saya yang telepon, ’Sudah kamu tidak usah bertahan di situ, kalau ada mobil keluar saja dan mengungsi dari situ.’ Makanya kita berusaha keluar dari Wamena sampai bertemu mobil polisi di jalan. Dari situ kita langsung dipindahkan ke polres dan menginap di sana,” Windy bercerita.

Para pengungsi itu kini telah tersebar di seluruh titik pengungsian yang berada di Sentani, salah satunya di Posko Kemanusiaan ACT yang terletak di Sentani. Nantinya para pengungsi akan mendapatkan bantuan selama berada di sana.

“Beberapa ada yang memang mau kembali lagi Wamena sampai kondisi kondusif, jadi kita akan bantu mereka dahulu di Posko Kemanusiaan ACT ini. Beberapa juga tujuannya memang tinggal sementara sampai mendapatkan transportasi kembali ke kampung halaman mereka,” kata Wahyu. []

Bagikan

Terpopuler