Empat Klinik Indonesia Terus Berikan Pengobatan Gratis untuk Warga Gaza

Klinik Indonesia atau Indonesia Medical Clinic (IMC) yang berada di empat kegubernuran di Gaza terus memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat Palestina. Para warga kebanyakan menderita masalah kesehatan yang mempengaruhi organ-organ dalam.

Klinik Indonesia
Klinik Indonesia tengah memberikan pelayanan medis bagi para warga yang mengalami berbagai macam penyakit. (ACTNews)

ACTNews, GAZA -- Klinik Indonesia atau Indonesia Medical Clinic (IMC) berada di empat kegubernuran berbeda di Gaza. Klinik Indonesia tersebut berbeda di Kota Gaza, Area Tengah, Khan Younis, dan Raffah. Klinik ini memiliki klasifikasi layanan umum dan spesialis.

Empat klinik  baru itu melengkapi kehadiran satu klinik yang sudah lebih dulu beroperasi di Gaza Utara dekat perbatasan Gaza-Israel. Berbeda dengan IMC yang pertama, klinik-klinik baru ini adalah klinik yang sebelumnya sudah beroperasi, dan memberikan layanan berbayar.

Setiap klinik dapat menangani hingga 1.000 pasien tiap bulannya. Sehingga, jika lima klinik dari ACT ini aktif secara bersamaan, akan dapat memberi layanan medis dan obat gratis setidaknya untuk 5.000 pasien setiap bulannya.

Firdaus Guritno dari Global Humanity Response ACT melaporkan, Klinik Indonesia di Raffah, Gaza saat ini menangani keluhan warga yang menderita penyakit, seperti tiroid, diabetes melitus, dan bronkitis. Sedangkan Klinik Indonesia yang berada di wilayah Area Tengah, menangani pasien yang mengeluhkan penyakit kulit, penyakit telinga, hidung dan tenggorokan.

Adapun laporan dari Klinik Indonesia di Khan Younis telah menangani keluhan warga yang terinfeksi saluran pernapasan, dan diastasis otot rangka. Selanjutnya klinik anak yang terletak di Kota Gaza, sampai saat ini sudah menangani beragam jenis keluhan pada anak. Diantaranya penyakit stroke anak dan hidrosefalus. Penyakit ini kebanyakan diderita anak-anak di Gaza, Palestina.

"Kehadiran Klinik Indonesia Aksi Cepat Tanggap membuat layanan kesehatan warga Gaza terpenuhi. Fasilitas kesehatan ini merupakan buah kedermawanan masyarakat Indonesia," kata Firdaus, Rabu (28/7/2021).

Ia juga menjelaskan, pembukaan klinik diharapkan mampu mengoptimalkan penanganan para korban luka, mengingat wilayah Gaza masih menjadi sasaran penyerangan angkatan bersenjata Israel.

“Klinik ini akan memberikan layanan medis dan pengobatan gratis, baik layanan umum atau spesialis. Untuk klinik di Kota Gaza, bahkan ada klinik anak, fisioterapi, dan pusat rehabilitasi. Klinik ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti bedah tingkat menengah, hingga ruang darurat yang akan menampung pasien kritis,” kata Firdaus.[]