Enam Hari, Serangan Israel Tak Henti di Gaza

Lokasi serangan tersebut diantaranya adalah di Kamp pengungsian Al Shatie, yang terjadi pada Jumat malam (14/5/2021), 10 orang yang merupakan satu keluarga besar meninggal.

Relawan ACT Gaza
Relawan ACT melakukan penyisiran reruntuhan bangunan di Gaza. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Kebrutalan Israel masih terus berlanjut hingga Sabtu, (15/5/2021). Serangan demi serangan diluncurkan ke daerah padat penduduk di Gaza. Rumah-rumah warga hancur berpuing-puing. 

Terjangan demi terjangan roket disaksikan langsung oleh mata warga. Selama enam hari ini warga Gaza menyaksikan pemandangan yang memilukan. Korban berjatuhan telah mencapai angka 181 orang, termasuk didalamnya 52 anak-anak dan 31 perempuan.

Dari data yang dihimpun Aksi Cepat Tanggap hingga Sabtu lalu, roket-roket Israel menghantam beberapa lokasi diantaranya adalah di Kamp pengungsian Al Shatie, yang diserang pada Jumat malam (14/5/2021), akibatnya, 10 orang yang merupakan satu keluarga besar meninggal dunia.

Lima orang diantaranya adalah keluarga inti Mohammad Al Hadidi yakni istri dan empat orang anaknya Suheib (14), Yahya (11), Abdelrahman (8), dan Wisam (6). Anaknya yang lain yakni Omar yang berumur dua bulan selamat dari serangan tersebut. Lima orang lainnya adalah keluarga Muhammad Abu Hattab yang merupakan saudara ipar Mohammad Al Hadidi.

Sabtu (15/5/2021) Israel mengirimkan serangan udara ke Jalan Wehda yang mengenai rumah-rumah warga dan merusak jalanan dekat dengan Klinik Perawatan Kesehatan Utama di Gaza dan mengarah ke kompleks medis As Shifa. Berdasarkan wawancara ACT dengan relawan yang ada di Gaza, serangan ini merenggut 22 nyawa, 5 orang lainnya berhasil diselamatkan dari reruntuhan serta 25 orang lainnya luka-luka. Kehancuran Jalan Wehda bisa membuat akses ambulans yang menuju rumah sakit Al Shifa terputus.

“Israel memang 'belum' menyerang rumah sakit, tapi jalanan inti menuju dan dari rumah sakit mulai dihancurkan satu persatu,” ujar Faradiba dari tim Global Humanity Response ACT.


Salah satu anak Muhammad Al Hadidi yang selamat dari serangan udara Israel. (AFP)

Lokasi serangan lain adalah di Al Jalaa Tower. Bangunan ini merupakan gedung perkantoran media internasional seperti Aljazeera, Associated Press, dan Middle East Eye yang berada di pusat Kota Gaza. Bangunan belasan lantai tersebut runtuh menjadi puing. Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

“Gedung ini termasuk yang krusial di Gaza karena merupakan kantor-kantor media internasional,” ujar Faradiba.

Serangan udara Israel juga mengenai apartemen Mushtaha Residential. Meskipun tidak meruntuhkan gedung, dinding-dinding Mushtaha Residential retak.  Belum ada laporan korban jiwa akibat serangan ini. Distrik Sheikh Ridwan juga tak luput dari gempuran serangan yang mengenai mobil warga sipil hingga hancur. Seorang warga Palestina meninggal akibat kejadian ini.

Dilaporkan media lokal di Gaza, 100 serangan udara Israel dilayangkan ke Gaza pada sabtu malam kemarin. Hingga saat ini, warga terus melakukan evakuasi korban di antara reruntuhan bangunan.[]