Eratkan Silaturahmi Warga dengan Sesarengan Syukuran Qurban

Hari masih pagi, tapi halaman SDIT Ar Raihan telah ramai oleh warga. Embikan meramaikan suasana sekolah yang berlokasi di Bantul ini. Pasalnya, Sesarengan Kurban digelar dari pagi hingga siang harinya, yang merekatkan sesama warga sekitar.

Eratkan Silaturahmi Warga dengan Sesarengan Syukuran Qurban' photo

ACTNews, BANTUL Sejak pagi para ibu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, DI Yogyakarta telah berkumpul di Sekolah Dasar Islam Terpadu Ar Raihan. Dari rumah, mereka membawa talenan serta pisau tajam untuk memotong-motong daging kurban yang disembelih, Selasa (13/8) lalu. Sedangkan para bapak mendirikan tenda, mempersiapkan tempat untuk menguliti kambing sembelihan hingga menyiapkan dekorasi acara.

Selasa itu, siswa SDIT Ar Raihan diliburkan. Alasannya karena akan diadakan acara Sesarengan Syukuran Qurban yang diadakan oleh Global Qurban. Sebanyak 90 ekor kambing disembelih. Sebagian daging kurban dimasak untuk acara Syakuran Qurban, sedangkan sebagian lainnya dikemas menjadi 200 paket kurban dan dibagikan ke warga.

Tepat pukul 08.00 WIB saat matahari belum terlalu tinggi, acara sesarengan yang dalam bahasa Indonesia berarti “bersama-sama”, dimulai. Acara itu berisikan sambutan dari berbagai pihak, khususnya pihak sekolah, pemerintah setempat serta perwakilan Global Qurban-ACT.

R. Bagus Suryanto selaku Kepala Cabang Global Qurban-ACT DI Yogyakarta, dalam sambutannya mengatakan, Sesarengan Syukuran Qurban ini menjadi salah satu agenda rutin ACT untuk merayakan hari raya Iduladha. Di DIY, Bantul menjadi lokasi Syukuran Qurban yang dihadiri hingga ratusan warga setempat.

“'Sesarengan' kalau dibahasa-Indonesia-kan artinya 'bersama-sama'. Semoga acara ini juga dapat memperkuat silaturahmi warga Sidomulyo khususnya,” ungkap Bagus, Selasa (13/8).


Area sekolah yang seluas lapangan sepak bola itu ramai warga. Setiap sudutnya dijadikan tempat berkumpul. Mereka bercakap-cakap sambil membantu memasak, menguliti, hingga mencacah daging. Di dapur sekolah, aroma rempah semerbak.

Sri, salah satu warga yang memasak, mengatakan hidangan Sesarengan Syukuran Qurban siang itu ialah tongseng dan gulai. Daging kambing segar segera diolah dengan bumbu yang telah diracik di pagi harinya. “Menunya tongseng sama gulai, soalnya itu yang paling cepat matang dan bisa segera dinikmati semua warga yang hadir di sini,” ungkapnya.

Kepala Yayasan Ar Raihan Slamet mengatakan, penyembelihan kurban dari Global Qurban-ACT di SDIT Ar Raihan ini merupakan yang ketiga. Di dua tahun belakangan, acara serupa sudah diadakan dan juga melibatkan warga setempat.

Slamet berharap, pemotongan hewan kurban serta sesarengan kurban ini dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang. Selain mempererat tali kekeluargaan antarwarga, acara ini juga membantu warga sekitar yang masih jarang menikmati daging. “Warga di sini mayoritas bekerja sebagai petani. Kondosi ekonomi mereka cukup banyak yang masih menengah ke bawah,” ungkapnya.

Makan bersama dan pembagian paket daging menjadi penutup rangkaian acara. Setelahnya warga juga saling bahu-membahu merapikan lokasi acara agar bersih seperti sediakala.[]

Bagikan