Evakuasi Penuh Perjuangan, Anak-Anak Tertimbun Bangunan Selama 15 Jam

Warga Gaza mengevakuasi Souzi dengan penuh perjuangan. Ia berada di bawah reruntuhan bangunan sehingga proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati. Sepuluh orang warga yang berusaha menyelamatkan Souzi meneriakkan kata ‘Allahu Akbar’, detik setelah berhasil mengeluarkannya dari reruntuhan. Mereka bersorak gembira, satu lagi anak Palestina yang selamat.

Evakuasi Korban Gaza
Proses penyelamatan Souzi di reruntuhan bangunan di Al Wehda Street. (Reuters)

ACTNews, GAZA Evakuasi yang dilakukan di jalan Al Wehda di pusat kota Gaza, menyisakan kisah pilu. Seorang anak bernama Souzi  ditemukan masih hidup di bawah reruntuhan bangunan setelah 15 jam terperangkap akibat serangan roket Israel mengenai rumahnya, Ahad (15/5/2021). Dua kali Souzi selamat dari insiden  yang mematikan ini. Pertama saat roket mengenai rumahnya, kedua dari reruntuhan bangunan yang mengenainya.  

Warga Gaza mengevakuasi Souzi dengan penuh perjuangan. Ia berada di bawah reruntuhan bangunan sehingga proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati. Sepuluh orang warga yang berusaha  menyelamatkan Souzi meneriakkan kata ‘Allahu Akbar’, detik setelah berhasil mengeluarkannya dari reruntuhan. Mereka bersorak gembira, satu lagi anak Palestina yang selamat. Souzi kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Dalam insiden ini, Souzi kehilangan ibu dan seluruh saudaranya akibat terjangan roket. Ia mengalami trauma dan tidak berbicara dengan orang lain saat ditanyai.

“Serangan udara Israel telah merenggut nyawa banyak anak-anak. Mereka tidak peduli bahwa di lokasi tersebut ada anak-anak. Korban terus berjatuhan, dan kita tidak tahu berapa banyak lagi nyawa yang harus melayang,” ujar Andi Noor Faradiba selaku tim Global Humanity Response ACT. 

Serangan roket Israel di Al Wehda merupakan serangan terparah dengan korban jiwa mencapai 37 orang, 13 diantaranya adalah wanita dan 8 anak-anak. Angka ini sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Palestina dalam siaran persnya. Salah satu korban meninggal adalah Dr Ayman Abu al-Ouf, kepala bagian penyakit dalam Rumah Sakit Al Shifa.  

Gotong Royong ratusan warga Gaza untuk melakukan evakuasi dan memastikan tidak ada warga yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan membuahkan hasil yang membuat haru banyak orang, lima anak ditemukan hidup oleh warga dalam reruntuhan bangunan. Dengan peralatan seadanya mereka mencari korban yang masih hidup.[]