Evakuasi Warga dan Distribusi Pangan untuk Korban Banjir Bima Berlanjut

Hingga Sabtu (3/4/2021) pagi, banjir bandang di Kabupaten Bima belum sepenuhnya surut. Aksi Cepat Tanggap dan Masyarakat Relawan Indonesia masih menugaskan tim penyelamat dan mendistribusikan bantuan pangan bagi para penyintas.

Relawan Masyarakat Relawan Indonesia mendistribusikan bantuan makanan untuk penyintas banjir di Desa Leu, Kecamatan Bolo, Sabtu (3/4/2021). (ACTNews)

ACTNews, BIMA — Aksi Cepat Tanggap masih terus melakukan evakuasi dan mendistribusikan bantuan pangan kepada penyintas banjir di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap Nusa Tenggara Barat, Juaini melaporkan, hingga Sabtu (3/4/2021) pagi, banjir yang melanda empat kecamatan itu belum sepenuhnya surut. Air bah yang datang pada Jumat (3/4/2021) sore itu masih menutup akses ke sejumlah desa tertentu.

“Tim tanggap darurat ACT dan para relawan Masyarakat Relawan Indonesia masih melakukan evakuasi warga yang terjebak. ACT NTB juga terus melakukan asesmen ke sejumlah wilayah yang terkena banjir,” kata Juaini.

Selain itu ACT juga mendistribusikan makanan siap santap untuk warga. Makanan didistribusikan kepada warga Desa Leu dan Desa Rato, Kecamatan Bolo. Juaini menjelaskan, distribusi makanan merupakan tahap awal dalam fase tanggap darurat ini.


Juaini berharap, bantuan lain segera hadir seiring kebutuhan para pengungsi. Saat ini, berdasarkan hasil asesmen MRI-ACT NTB, para penyintas membutuhkan terpal untuk mendirikan tenda darurat, makanan siap santap, air bersih, keperluan sanitasi, serta sandang bayi dan dewasa. “Semoga kita bisa membantu saudara yang membutuhkan dengan bantuan terbaik kita,” tambahnya.

Diketahui, banjir bandang melanda 12 desa yang berada di Kecamatan Bolo, Madapangga, Woha, serta Monta. Desa-desa tersebut adalah Desa Kananga, Rasabou, Rato, Sondosia, Leu, Ncandi, Dena, Pandai, Nisa, Simpasai, Pela, dan Sakuru.[]