Fasilitas Kebersihan Pengungsi Longsor Lebakgedong Minim

Hingga waktu yang tidak ditentukan, warga Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Lebak, tinggal di bilik terpal dan bambu tanpa fasilitas MCK memadai.

Fasilitas Kebersihan Pengungsi Longsor Lebakgedong Minim' photo
Ayu (80), warga Kampung Cigobang, Kecamatan Lebakgedong, Lebak, berwudu sebelum menunaikan salat Zuhur. Kamar mandi berdinding terpal tanpa pintu penutup yang layak digunakan 120 pengungsi longsor yang ada di pos satu. Warga memanfaatkan MCK tersebut untuk mandi, mencuci, dan berwudu. (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, LEBAK – Tidak ada kamar mandi nyaman bagi pengungsi perempuan Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Lebak. Dua kamar mandi yang terletak di timur pengungsian dibuat tanpa dinding penghalang yang kokoh. MCK juga tidak dilengkapi penerangan sama sekali.

Ayu (80), warga Kampung Cigobang yang sudah dua bulan mengungsi, mengungkapkan kekhawatirannya. Sebagai lansia, tanah licin dan tidak ada penerangan membuatnya was-was. Ia pun berharap setidaknya ada fasilitas memadai yang memudahkan para pengungsi. “Emak pengennya kayak dulu. Kamar mandinya nyaman,” akunya kepada ACTNews, usai berwudu, Rabu (27/2) siang.

Keluhan serupa juga disampaikan Imas (25). Selama mengungsi ia berharap setidaknya memiliki fasilitas yang layak. Keadaan kamar mandi yang tidak tertutup baik amat dirisaukan para pengungsi perempuan. Imas pun khawatir jika anak-anak menuju ke kamar mandi karena keadaan yang licin, becek, tanpa penerangan dan dekat dengan sisi daratan terjal. “Kita sebagai perempuan berharap ada bantuan lagi ya untuk menyempurnakan kamar mandi,” harap Imas.


Fasilitas MCK sederhana dimanfaatkan 120 jiwa pengungsi longsor Kampung Cigobang di pos 1. (ACTNews/Gina Mardani)

Mistah Saputra (40) warga Cigobang yang mengungsi bersama anak dan istrinya menuturkan kekhawatiran yang sama. Fasilitas MCK yang terbatas membuat warga harus antre berjam-jam untuk mandi dan buang air. Mistah yang dulu berjualan es cendol keliling hingga saat ini belum kembali bekerja. Ia pun tidak punya penghasilan untuk memiliki rumah dan MCK pribadi yang lebih layak. “Pembangunan MCK ini kurang semen, jadinya dinding hanya pakai ini,” kata Mistah.

Sementara itu, Saefudin, penanggung jawab pengungsi longsor Kampung Cigobang di pos 1 mengatakan, hingga saat ini warga terpaksa bertahan di bilik terpal dengan MCK seadanya sampai waktu yang tidak ditentukan.

Sementara itu, Komanda Posko Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap Okka Imran untuk banjir dan longsor di Kabupaten Lebak menjelaskan, keadaan serupa juga dialami pengungsi longsor Kampung Cigobang di pos-pos yang lain. Okka menjelaskan, pengungsi Cigobang terpisah ke dalam empat kelompok yang disebut pos. Setiap pos pengungsi tinggal di ketinggian berbeda. Mereka menumpang di tanah milik warga yang tidak terdampak ."Warga hanya memiliki fasilitas MCK terbatas. Bahkan di pos empat, warga harus mengambil air dari sungai," jelas Okka.[] 


Bagikan

Terpopuler