Fatimah Berharap Sekolah Kembali Pasca Rumahnya Terbakar

Kebakaran besar yang menghanguskan banyak rumah di Jurangmangu Barat, Tangerang Selatan, membawa duka tersendiri bagi Fatimah. Seragam serta buku sekolahnya ikut habis dilahap api yang membuatnya bingung untuk sekolah kembali.

kebakaran jurangmangu barat
Seorang anak korban kebakaran di Jurangmangu Barat, Tangerang Selatan, sedang bermain di puing sisa kebakaran. (ACTNews/Ayuub))

ACTNews, TANGERANG SELATAN Kebakaran yang melahap hampir seluruh rumah di perkampungan yang ada di Jurangmangu Barat, Tangerang Selatan, pada Rabu (25/8/2021) dini hari, membuat sebagian warganya bingung harus tinggal di mana. Kebingungan itu berlipat ganda karena di antara mereka ada anak-anak dan orang tua yang sedang sakit.

Hal ini sebagaimana dialami Sofia dan anaknya yang bernama Fathimah. Ketika tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendatangi lokasi kebakaran, Sofia, Fathimah, dan para korban selamat lainnya tampak duduk termangu dengan raut wajah yang menunjukkan kebingungan bercampur sedih.

Banyak hal yang mesti Sofia pikirkan. Yang paling membuat hatinya kacau ialah kesedihan Fathimah karena buku-buku sekolahnya terbakar. Air mata pun sukar dibendung Fathimah.

Sebagai siswi kelas 9 SMP, tentu Fathimah punya harapan bisa lulus dan melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Akan tetapi, musibah kebakaran ini membuat dirinya bersedih, apalagi melihat seragam serta buku pelajaran yang telah menjadi debu.

“Saya engga tahu bagaimana Fathimah sekolah besok kalau seperti ini. Kita enggak sempat nyelamatin barang-barang karena bapaknya juga lagi sakit. Jadi selamatkan nyawa dulu,” ungkap Sofia.

Sofia juga menceritakan, ketika warga mulai panik di hari kejadian, ia buru-buru menyelamatkan orang tuanya terlebih dulu yang sedang sakit karena api menyebar begitu cepat.

Cerita dari Sofia dan keluarganya merupakan satu dari banyaknya duka lain pascakebakaran besar di Jurangmangu Barat. Ada sekitar 88 keluarga bermukim di sana, rata-rata ekonomi mereka prasejahtera.

ACT sendiri sejak bencana tersebut terjadi segera melakukan respons bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI). Bantuan kemanusiaan darurat segera dikirim, termasuk kebutuhan pangan, makanan bayi, pakaian bayi, air minum serta kebutuhan lainnya.

Hingga kini, korban terdampak kebakaran masih membutuhkan bantuan. Khususnya untuk anak-anak yang masih menempuh pendidikan serta lansia yang tengah sakit.[]