Filtrasi Air Dukung Penanganan Medis di Puskesmas Pulau Mandangin

Ketersediaan air bersih masih mendesak dipenuhi di Pulau Mandangin, Sampang. Selain untuk kebutuhan warga pada umumnya, air bersih juga penting guna penanganan medis.

pulau mandangin
Instalasi filtrasi air di Puskesmas Pulau Mandangin, Sampang. (ACTNews)

ACTNews,  SAMPANG – Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berupaya memberikan pendampingan terbaik untuk Pulau Mandangin yang mengalami krisis air bersih. Kali ini, menggandeng Badan Koordinasi Kegiatan Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia (BKKMTKI), Pulau Mandangin mempunyai alat filtrasi air yang mampu mengubah air menjadi tawar siap konsumsi.

Shinta Amelia Putri, Pimpinan Daerah Pengabdian Masyarakat Daerah Jawa Timur BKKMTKI, menjelaskan, reverse osmosis menjadi metode yang gunakan untuk alat di Pulau Mandangin ini.

“Dengan alat tersebut, air asin yang begitu banyak di Pulau Mandangin bisa diubah menjadi air tawar bersih yang siap konsumsi. Kami sudah melakukan instalasi dan pengecekan, hasilnya pH 7,6 menandakan air layak konsumsi,” jelas Shinta.

ACT dan BKKMTKI mengirimkan alat ini ke Pulau Mandangin awal Januari 2022 dan diinstalasi di puskesmas. Alat tersebut akan dimanfaatkan oleh pasien, terutama poli gigi. Setiap hari sekitar 5-10 pasien yang melakukan perawatan. Maka kebutuhan air bersih amat dibutuhkan.

Shinta berharap, ke depannya dengan penerapan alat penyaringan air, mampu membantu masyarakat daerah, khususnya puskesmas untuk penanganan pasien dengan air bersih yang mendukung penanganan medis.

Pulau Mandangin berada di bawah administrasi Kabupaten Sampang. Untuk sampai ke daratan tersebut, butuh waktu 1,5 jam dengan menyeberang lautan dari Pelabuhan Tanglok. Berpenduduk 20 ribu jiwa, sumber air di sana memiliki rasa asin.

Kepala Puskesmas Pulau Mandangin Ahmad Zain mengatakan, air tawar bersih secara umum dibutuhkan masyarakat. Selain itu, air bersih sangat dibutuhkan untuk penanganan medis. “Di pulau ini penanganan kesehatan satu-satunya adalah puskesmas,” ujar Zain.

Sementara itu, Enggal Dito dari tim Program ACT Surabaya, mengatakan, upaya mendampingi dan menghadirkan solusi krisis air bersih di Pulau Mandangin akan terus berlangsung. Selain menggandeng banyak pihak untuk ambil bagian dalam menghadirkan inovasi, ACT juga membuka penggalangan kepedulian agar semakin banyak pihak bisa terlibat dalam aksi kebaikan ini.[]