Fithor: Insyaallah, Wakaf yang Menjaga Saya

Sudah 2 tahun belakangan PT Harmony Land Group mewakafkan sebagian asetnya melalui Global Wakaf - ACT. Fithor Muhammad selaku Direktur dari Harmony Land mengutarakan niatnya untuk berwakaf hanya mengharapkan pahala dan berkah Allah semata. Kelak ketika semua berakhir, ia ingin pahala inilah yang dapat membantunya.

Fithor sedang memaparkan mengenai wakaf pada Waqf Business Forum Sabtu (13/6) lalu. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – Sejak 2018 lalu, PT Harmony Land Group telah mewakafkan sebagian asetnya melalui Global Wakaf – ACT. Pada 2019 lalu, saham yang diwakafkan Harmony Land dikelola oleh Global Wakaf hingga menjadi aset produktif. Hasil pengelolaan aset senilai ratusan juta tersebut lantas disalurkan untuk aksi-aksi kemanusiaan.

Aset wakaf berupa saham dari Harmony Land bertahan hingga kini. Fithor Muhammad selaku Direktur dari Harmony Land mengutarakan niatnya untuk berwakaf hanya mengharapkan pahala dan berkah Allah semata. Kelak ketika semua berakhir, ia ingin pahala inilah yang dapat membantunya.

“Pada akhirnya kan kita bisnis buat apalagi? Kita mencari untung dan okelah, kita punya uang. Tapi pada akhirnya kita kan meninggal, dan kita berharap masuk surga. Sehingga, ini adalah bentuk ikhtiar kecil kita. Insyaallah ada pahala jariyah yang menjaga kita di akhirat nanti,” kata Fithor ketika di sela acara Waqf Business Forum yang diselenggarakan Global Wakaf – ACT pada Sabtu (13/6) lalu.

Tetapi selain pahala di akhirat nanti, Fithor merasa jalan bisnis juga semakin lancar setelah berwakaf. Ia meyakini apa yang terjadi padanya, sebab ia melibatkan Allah dalam bisnis yang ia geluti. Dengan demikian, Allah juga yang menjaga bisnis Fithor.


Pembagian deviden dari PT Harmony Land Group kepada Global Wakaf - Aksi Cepat TAnggap (ACT) pada tahun 2019 lalu. (ACTNews/Reza Mardhani)

“Alhamdulillah dalam satu tahun ini ada saja. Kita mau buka proyek di satu tempat, sudah keluar uang, untung tidak jadi. Karena kalau jadi (proyeknya) bermasalah. Ada juga orang-orang yang nakal yang kita rekrut, ternyata attitude-nya tidak bagus, Alhamdulillah di awal langsung dikeluarkan. Ada saja yang seperti itu. Kita tidak tahu juga, yang jelas kita inginnya jaga keberkahan di dalam perusahaan,” ucap Fithor.

Dengan wakaf ia juga tak memiliki ekspektasi bahwa perusahaannya akan langsung sukses. Teringat akan ucapan mentornya, yakni Dr. Imam Teguh Saptono yang mengatakan bahwa keberkahan dan kesuksesan belum tentu berkorelasi langsung.

“Artinya bahwa berwakaf ini bukan karena kita bersama Allah, kemudian ujug-ujug sukses, bukan seperti itu. Tetapi karena kita bersama Allah, makanya akan ditunjukkan jalan-jalan yang baik,” jelas Fithor.


Oleh karena itu, Fithor juga mengajak para dermawan untuk turut serta berwakaf. Terutama bagi para dermawan yang memiliki aset, sehingga aset-aset tersebut dapat diproduktifkan dan disinergikan untuk kemaslahatan bersama.

“Karena kita punya prinsip bahwa agar bertumbuh kita butuh bersinergi. Karena itu harapannya, dengan membangun sinergi dengan semua pihak, kita bisa menampilkan kebaikan ke semakin banyak orang,” kata Fithor.[]