Forum Masyarakat Bogor Tegas Tolak "Deal of Century"

Forum Masyarakat Bogor (FMB) bersama organisasi masyarakat yang ada di Kota dan Kabupaten Bogor menyampaikan penolakan “Deal of Century” yang merugikan Palestina.

Forum Masyarakat Bogor Tegas Tolak "Deal of Century"' photo
Forum Masyarakat Bogor saat gelar diskusi dan kesepakatan penolakan "The Deal of the Century" di kantor Aksi Cepat Tanggap Bogor, Jumat (14/2). (ACTNews)

ACTNews. BOGOR – Forum Masyarakat Bogor (FMB) bersama sejumlah organisasi masyarakat di Kota dan Kabupaten Bogor mengambil sikap terhadap “The Deal of the Century”, yakni kesepakatan yang dibuat Amerika Serikat dan Israel terkait Palestina. Hal itu disampaikan pada diskusi yang dilaksanakan di kantor ACT Bogor, Jumat (14/2).

Kepala Cabang ACT Bogor Catur Widodo menyambut baik kedatangan Forum Masyarakat Bogor. “Kami selalu terbuka dengan seluruh elemen masyarakat di Bogor ini,” kata Catur.

Diskusi dilaksanakan untuk menegaskan bahwa Forum Masyarakat Bogor menolak dengan tegas “The Deal of the Century”. Koordinator FMB Muhammad Fitrah Ashab menjelaskan, proposal yang dibuat Amerika berisi bujukan supaya Palestina mengakui pendudukan Israel atas Lembah Sungai Jordan yang sebagiannya berada di wilayah Tepi Barat. Wilayah itu dirampas Israel dalam perang enam hari tahun 1967. Palestina juga harus mengakui Al-Quds adalah ibukota Israel.

Klaim sepihak tersebut tentu akan sangat menguntungkan penjajah Israel dan merugikan bangsa Palestina. "Karena itulah, ulama-ulama dari berbagai negara menyerukan kepada seluruh kaum Muslimin untuk mengambil sikap penolakan terhadap klaim para penjajah tersebut untuk lebih menguasai Palestina," kata Fitrah.

Penolakan FMB disampaikan ke sejumlah poin, yaitu “Deal of Century” dan menganggap perjanjian tersebut merupakan pelanggaran HAM dan pembangkangan atas upaya perdamaian oleh berbagai lembaga internasional seperti PBB, Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan lain-lain. FMB juga menyeru perwakilan diplomatik Indonesia untuk aktif menyuarakan dan mendukung kemerdekaan Palestina.

“Selain kewajiban agama, kemanusian dan konstitusi, Bangsa Indonesia memiliki kedekatan sejarah karena Palestina adalah negara yang pertama kali mendukung dan mengakui kemerdekaan Indonesia," lanjut Fitrah.

Ia juga mengatakan, permasalahan Palestina harus disikapi lebih serius usai munculnya “The Deal of the Century”. “FMB mewakili sikap masyarakat Bogor dengan tegas kami menolak," kata Fitrah. Isu Palestina akan menjadi pembahasan forum tersebut setiap bulan.

Aksi selanjutnya, kata Fitrah, akan diadakan aksi pada tanggal 28 Februari 2020 di Balaikota Bogor. "Aksi ini bertujuan supaya masyarakat Bogor bisa mengetahui ada permasalahan internasional yang perlu disikapi," tutupnyanya. Sebelum melaksanakan aksi, FMB akan beraudiensi dengan DPRD Kota dan Kabupaten Bogor.[]

Bagikan