#FTIUMIKEREN Sharing is Caring, Lahirkan Generasi Peduli Kemanusiaan

#FTIUMIKEREN Sharing is Caring, Lahirkan Generasi Peduli Kemanusiaan

ACTNews, MAKASSAR - Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar berikhtiar kuat untuk melahirkan generasi-generasi yang paham dan peduli terhadap isu kemanusiaan. Berangkat dari ikhtiar ini, FTI UMI Makassar meluncurkan tagline #FTIUMIKEREN Sharing is Caring.

Peluncuran #FTIUMIKEREN Sharing is Caring digelar di Kampus 2 UMI Makassar pada Senin (11/3). Acara tersebut dihadiri oleh civitas akademika UMI, dan jajaran manajemen Aksi Cepat Tanggap Sulawesi Selatan juga dimeriahkan oleh komedian Makassar seperti Bassi Toayya, Tumming Abu, Syukri Al Gazali, Doyok Djarot, Rere Art2Tonic, dan lainnya.

Prof. Dr. H. Laode Husein SH, MH selaku wakil rektor III UMI dalam sambutannya memberi dukungan penuh kepada Fakultas FTI UMI yang semakin inovatif dalam berkarya.

 

“Menurut saya apa yang telah dilakukan oleh FT-UMI adalah suatu sikap yang luar biasa karena tanggap dalam membaca tanda-tanda kebesaran Allah dengan merespon secara cerdas apa yang terjadi disekitar dituangkan menjadi sebuah karya dengan tagline #FTIUMIKEREN Sharing is Caring,” kata Prof. Laode.

Sementara Dekan FTI UMI, Dr. Ir. H. Zakir Sabara H Wata., ST., MT., IPM., ASEAN Eng. menyampaikan, apa yang dilakukannya adalah buah kerja bersama sivitas akademika FTI UMI.

Tagline #FTIUMIKEREN Sharing is Caring merupakan visi baru FTI UMI yang kekinian sehingga dapat melahirkan generasi yang maju dan bermartabat.

“Sebenarnya inspirasi lahirnya tagline #FTIUMIKEREN Sharing is Caring itu awalnya dari ACT. Sejak bencana Lombok, kami mengenal ACT melalui aksinya dalam membantu korban bencana gempa. Maka saat itu seluruh hewan kurban dari FTI UMI disalurkan ke Global Qurban - ACT untuk disalurkan di Lombok. Begitu pun sewaktu gempa, tsunami, dan likuefaksi di Sulteng, banjir di Maros, Gowa, dan Jeneponto, kami saling bahu membahu. Dari sini, kami memiliki visi besar untuk melahirkan generasi-generasi yang paham soal-soal kemanusiaan, yang terbiasa mengabdi pada kemanusiaan, dan yang mau bergerak untuk kemanusiaan. Karena hakikat tertinggi dari pendidikan adalah mengabdi untuk kemanusiaan,” papar Zakir.

 

Zakir berharap, para mahasiswa selama berkuliah di FTI UMI mau berbagi dan peduli sekecil apa pun itu. Sehingga, pada suatu saat nanti ketika mereka menjadi pemimpin, mereka tidak sedikt pun berpikir untuk korupsi karena mereka mau peduli dan berbagi kepada orang yang berada di bawah. “Dan itulah sesungguhnya pendidikan karakter,” imbuh Zakir.

Dengan diresmikannya tagline #FTIUMIKEREN Sharing is Caring ini, menjadi penggerak FTI UMI dalam melakukan kolaborasi bersama ACT Sulsel untuk kegiatan-kegiatan kemanusiaan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Kolaborasi kemanusiaan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FT UMI Makassar dan ACT Sulsel.

 

“Insya Allah, selama setahun ke depan, kami akan bahu membahu dalam gerakan kemanusiaan. Kami yakin persoalan kemanusiaan yang ada di Indonesia bahkan dunia saat ini, tidak hanya bisa selesai dengan satu tangan, akan tetapi butuh banyak tangan. Dan semoga apa yang telah dilakukan oleh FTI UMI ini menjadi motivasi bagi kampus lainnya untuk melakukan kolaborasi kemanusiaan bersama ACT,” ujar Syahrul Mubaraq selaku Sr. Manager of Partnership ACT usai penandatanganan MoA.

Ia juga berharap, kehadiran tagline #FTIUMIKEREN Sharing is Caring ini dapat menghadirkan generasi pemimpin bangsa yang melayani rakyatnya karena paham akan nilai-nilai kemanusiaan. []