Gabungan Mahasiswa di Mataram Galang Donasi untuk Korban Banjir

Mahasiswa beberapa universitas di Mataram menggelar aksi kepedulian untuk korban banjir Jabodetabek dengan menggalang donasi di sekitar jalan protokol di Kota Mataram, Lombok pada 16 hingga 19 Januari 2020 lalu. Selain itu, acara juga diramaikan dengan orasi dari mahasiswa yang tergabung dalam aksi.

Gabungan Mahasiswa di Mataram Galang Donasi untuk Korban Banjir' photo
Beberapa mahasiswa yang menggelar aksi kepedulian untuk warga terdampak banjir Jabodetabek dan Banten. (ACTNews)

ACTNews, MATARAM – Sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa Program Studi di Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (UNRAM), Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) dan POLTEKKES Mataram turun ke jalan melakukan aksi kemanusiaan. Mereka menggalang donasi di sekitar jalan protokol Kota Mataram sejak 16 hingga 19 Januari 2020 lalu.

Aksi ini merupakan bentuk kepedulian untuk korban banjir Jabodetabek. Aksi juga sempat diramaikan dengan orasi dari beberapa mahasiswa yang tergabung. “Mengingat ketika Lombok terkena musibah gempa satu tahun silam banyak bantuan yang datang dari masyarakat Jabodetabek untuk masyarakat Lombok. Sekarang saatnya kita ikut menyalurkan kepedulian untuk warga Jabodetabek yang terkena musibah banjir,” ungkap salah satu orator dalam aksinya.

Hasil galang donasi sendiri akan disalurkan kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk diimplementasikan ke lokasi bencana. ACT sendiri saat ini telah membangun posko penanggulangan bencana di sejumlah lokasi banjir dan longsor serta menerjunkan ratusan relawan yang sudah tersebar di beberapa lokasi bencana.


Salah satu mahasiswi sedang menggalang donasi dari para pengendara. (ACTNews)

Head Of Partnership ACT NTB Juaini Pratama mengajak semua komunitas kampus maupun komunitas masyarakat untuk ikut peduli dan memberikan bantuan kepada warga Jabodetabek yang sekarang dalam masa pemulihan pascabanjir.

“Apalagi sekarang di Kabupaten Bogor sendiri banyak perkampungan yang akses jalannya sampai terputus dikarenakan jembatan yang terbawa banjir dan jalanan yang terkena longsor. Bantuan yang paling dibutuhkan berupa bahan makanan, obat-obatan, selimut dan kebutuhan bayi,” tambah Juaini.


Banjir yang menerjang ibu kota dan sekitarnya begitu memprihatinkan. Warga yang tinggal di Jabodetabek yang daerahnya terkena banjir harus mengungsi ke lokasi yang aman, seperti di area persawahan di Kampung Sibentang, Desa Jayaraharja, 
Kecamatan Sukajaya. Di sana berdiri tenda yang lebih kurang hanya berukuran 5x5 meter dan ditempati oleh lebih 100 jiwa ketika ACTNews berkunjung pada Ahad (5/1) lalu.

Banyak juga yang memilih bertahan di rumahnya masing-masing dengan alasan untuk menjaga harta benda dari orang-orang yang memanfaatkan situasi tersebut. Sampai sekarang pun masih banyak yang bertahan di lokasi pengungsian seperti di Kabupaten Bogor dikarenakan rumah yang mereka tinggali hanyut atau rusak berat karena terjangan banjir. []


Bagikan

Terpopuler