Gaji Guru Honorer Belum Bisa Disebut Layak

Keadaan guru honorer yang tidak mendapatkan upah layak bukan sebuah cerita baru. Agus Setiawan (34) salah satunya, ia telah menjadi guru honorer di salah satu sekolah dasar di wilayah Bojonggede, Bogor selama sekitar 10 tahun.

Agus Setiawan saat menerima bantuan biaya hidup dari para dermawan melalui ACT. (ACTNews)
Agus Setiawan saat menerima bantuan biaya hidup Sahabat Guru Indonesia. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR – Keadaan guru honorer yang tidak mendapatkan upah layak bukan sebuah cerita baru. Agus Setiawan (34) salah satunya, ia telah menjadi guru honorer di salah satu sekolah dasar di wilayah Bojonggede, Bogor selama sekitar 10 tahun. Pendapatan Agus hanya Rp750 ribu per bulan. Ia pun mengakui, uang tersebut sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ia dan keluarga.

Belum lagi ia dan keluarga masih tinggal di rumah kontrakan. Sebagian besar pendapatan harus dialokasikan untuk membayar sewa rumah, sisanya baru Agus gunakan untuk membiayai kehidupan keluarga.

Beruntung ia memiliki kemampuan servis komputer, sehingga terkadang, pihak sekolah memintanya untuk membetulkan komputer sekolah yang rusak. Ia paham betul pihak sekolahnya juga tidak memiliki dana yang besar, ia tidak pernah mematok harga untuk jasanya.

"Jadi saya bilang bayar seikhlasnya saja. Sudah ada yang mau servis di saya juga sudah alhamdulillah, yang penting ada pemasukan tambahan, meskipun itu panggilan servisnya juga cuma satu bulan sekali," ujar Agus, Jumat (23/4/2021).

Di usia yang masih cukup muda, Agus sebenarnya bisa saja pekerjaan yang memiliki pendapatan lebih besar. Namun, kecintaan Agus pada dunia pendidikan membuat ia mengurungkan niat.

Untuk memberi apresiasi, Global Zakat-ACT melalui Sahabat Guru Indonesia memberikan bantuan biaya hidup untuk Agus. "Bantuan biaya hidup ini adalah amanah para muzaki. Begauru ini menjadi wujud kehadiran Sahabat Dermawan membersamai perjuangan para guru,”  ujar Koordinator Program Global Zakat-ACT Bogor, Wahyudi.

Menurut Wahyudi, kondisi yang dialami Agus juga dialami oleh banyak guru honorer di Bogor. Ia pun mengajak Sahabat Dermawan terus membersama Global Zakat-ACT mendampingi kiprah para guru mencerdaskan kehidupan bangsa.[]