Galang Dana untuk Palestina, Dukungan Fans Tasya Farasya Tembus 1 Miliar dalam Sehari

Dukungan yang mengalir ke laman Indonesia Dermawan melalui kampanye Tasya Farasya menembus angka satu miliar rupiah hanya dalam waktu 24 jam dengan jumlah dermawan sebanyak 13.000 orang.

Indonesia Dermawan
Dukungan Tasya Farasya untuk saudara di Palestina. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA - Selebriti Instagram atau selebgram Tasya Farasya turut prihatin dengan kondisi yang terjadi di Al Aqsa dan Gaza, Palestina. Tasya Farasya melakukan penggalangan dana dan mengajak pengikutnya di Instagram untuk berdonasi membantu warga Palestina melalui laman Indonesia Dermawan.  

Hanya dalam jangka waktu beberapa jam saja sejak postingannya di Instagram pada Selasa (11/5/2021), dukungan yang mengalir ke laman Indonesia Dermawan melalui kampanye Tasya Farasya telah mencapai angka Rp700 juta. Angka ini meningkat menjadi 1.2 miliar hanya dalam waktu 24 jam dengan jumlah penyumbang sebanyak 13.000 orang.

Gak akan bisa tidur nyenyak kalau aku hanya terdiam. Ini bukan cuma sebatas tentang agama, ini tentang kemanusiaan. Acknowledge it, share it, donate! Apapun yang bisa kita lakukan as long as bukan hanya terdiam,” ujar Tasya Farasya, Selasa (11/5/2021), di postingan feed instagram dengan foto dukungan untuk Palestina.


Tasya juga menambahkan dalam keterangan statusnya, bahwa saat ini, orang-orang Palestina sedang diusir dari rumahnya sendiri, kelaparan, dan menangis meratapi kejadian yang menimpa mereka.  

Hingga Rabu (12/5/2021), 56 warga Gaza meninggal dunia akibat serangan udara Israel, 14 di antaranya adalah anak-anak, dan 5 orang perempuan. Serangan ini juga melukai 335 warga sipil Gaza.

Israel membidik beberapa lokasi sebagai target sasaran yang mayoritas merupakan daerah padat penduduk. Beberapa lokasi tersebut diantaranya di pusat kota Gaza seperti, Alshaaf Street, Tal Alhawa, Gedung Hanadi Tower, AlNafaq Street, dan berbagai daerah lainnya di Gaza. 

Warga di Gaza tidak bisa berbuat banyak. Mereka tidak bisa keluar dari Gaza karena tak memiliki akses. Warga hanya bisa bertahan di rumah masing-masing sembari berdoa agar tidak menjadi target sasaran roket dan serangan ini segera dihentikan. 

Serangan Israel telah menghancurkan rumah-rumah warga dan fasilitas publik. Gedung-gedung bertingkat hancur menyisakan puing-puing di pinggir jalan. Kejadian ini telah menorehkan luka untuk muslim dunia, di saat yang bersamaan umat muslim sedang menyambut hari raya Idul Fitri.[]