Gandeng Puluhan Ribu UMKM, Ikhtiar Global Wakaf-ACT Perkuat Ekonomi Bangsa

Lewat payung program Wakaf Modal Produktif, Global Wakaf-ACT terus membersamai para pelaku UMKM terdampak pandemi yang tersebar di seluruh negeri. Sejak diluncurkan pertengahan tahun 2020 lalu, program ini kini telah menyapa lebih dari 10 ribu pelaku usaha.

bantuan modal
Ilustrasi. Di samping mendapatkan bantuan permodalan, para penerima manfaat juga mendapatkan pendampingan usaha. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Semenjak pandemi hadir mendampak negeri, Global Wakaf-ACT terus mendampingi berbagai pihak yang terdampak. Termasuk salah satunya yakni para pelaku UMKM. Karena bagaimana pun, UMKM memegang peranan yang cukup besar dalam perekonomian Indonesia secara umum.

Lewat payung program Wakaf Modal Produktif, Global Wakaf-ACT terhitung telah memberdayakan lebih dari 10 ribu UMKM, sejak program ini berjalan pertengahan tahun lalu sampai dengan 7 Oktober 2021. Ada sejumlah program turunan dari Wakaf Modal Produktif yang berjalan sampai saat ini.

“Dalam program Wakaf UMKM, kami telah memberdayakan 4,6 ribu orang, lalu Sedekah Modal Usaha dengan total lebih dari 5 ribu penerima manfaat, dan Wakaf Usaha Produktif berupa aset usaha yang menyapa lebih dari 150 pelaku usaha,” kata Budi Sulistyo sebagai Manajer Wakaf Modal Produktif pada Senin (11/10/2021) ini.

Selain itu beberapa waktu lalu, Global Wakaf-ACT juga meluncurkan program Borong Dagangannya Tambahin Modalnya. Program ini juga telah menyapa sekitar 383 kepala keluarga di Indonesia. Seluruh penerima manfaat program-program di atas tersebar di 30 provinsi yang ada di Indonesia.


Di samping mendapatkan bantuan permodalan, para penerima manfaat juga mendapatkan pendampingan usaha. Ada 175 pendamping usaha yang siap membimbing para penerima manfaat, dengan harapan usaha mereka dapat lebih berkembang ke depan.

“Para pendamping ini nantinya yang memberikan ilmu-ilmu tentang bagaimana caranya menjalankan usaha. Di samping itu juga, para pendamping juga memberikan bimbingan di bidang keagamaan. Seperti membiasakan mengawali aktivitas dengan basmallah, atau rutin bersedekah harian,” jelas Budi.

Para penerima manfaat pun merasa terbantu dengan adanya Wakaf UMKM. Mardiana salah satu dari mereka. Ia bersyukur dagangan makanan beku yang ia jalani terus berkembang hingga saat ini. Seiring omzet yang membaik, pencatatan keuangan Mardiana juga lebih rapi dari sebelumnya.

“Dahulu tidak ada pendamping, jadi catatannya asal. Artinya kadang dicatat, kadang enggak. Kalau lagi mood dicatat, kalau lagi bete enggak. Alhamdulillah karena sekarang harus laporan, tercatat, ketahuan berapa labanya. Menambah rasa syukur artinya ketika kita tahu untungnya lumayan, rasa syukurnya lebih ada,” jelas Mardiana. []