Gantikan Ibu Dagang Keliling, Herlin: Walaupun Aku Juga Sakit, Aku Ingin Bantu Ibu

Setiap hari, Herlin (10) membantu sang ibu berjualan bawang keliling untuk memenuhi biaya pengobatan dan kebutuhan harian. Namun Herlin pun sebenarnya menderita penyakit yang hampir sama dengan sang ibu.

bantuan pengobatan bantul
Herlin dan ibunya yang bernama Endah, keduanya menderita penyakit ginjal sehingga memerlukan pengobatan rutin. (ACTNews)

ACTNews, BANTUL – Tubuh Herlina Ayu Puspitasari (10) membengkak. Perutnya juga membesar akibat penyakit nefrotik atau ginjal bocor yang diidapnya sejak satu tahun lalu. Pusing, sesak nafas, dan lemas sampai sekarang masih sering dirasakan anak yang masih duduk di bangku kelas 4 SD asal Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul tersebut.

Nahas, Endah, ibu dari Herlin, juga mengalami diagnosa yang hampir mirip dengan anaknya. Sudah sejak lama ibu tunggal ini mempunyai penyakit gagal ginjal, yang mengharuskan cuci darah setiap dua kali dalam sepekan. Terlambat minum obat saja bisa menghambat aktivitas mereka.

Cobaan ini yang mendewasakan Herlin lebih cepat dari anak-anak lain. Sementara sang ibu berjuang di bangsal perawatan rumah sakit, ia menggantikan peran ibu berjualan bumbu dapur keliling. “Aku pingin bantu ibu. Kasihan ibu, sakit udah lama. Walaupun aku juga sakit, aku tetap ingin bantu ibu cari uang,” ungkap Herlin.


Sementara Endah tidak bisa berjualan, Herlin yang menggantikan. (ACTNews)

Biaya pengobatan Herlin dan ibunya, tentu ditanggung oleh BPJS. Tetapi ada sejumlah biaya lain seperti vitamin atau obat tertentu yang tidak dapat mereka tanggung, belum lagi untuk biaya jalan dan kebutuhan harian. Kadang untuk menekan angka pengeluaran, Endah harus naik motor sendiri menempuh puluhan kilometer.

Pengalaman sulitnya pengobatan ikut membentuk Herlin kecil. Ia ingin terus melanjutkan pendidikan dan memupuk ilmu supaya kelak bisa menjadi dokter. “Cita-citaku ingin jadi dokter, kak. Aku ingin bantu orang sakit yang tidak mampu,” ucap Herlin.

Berbagai lika-liku kehidupan harus dilalui dua perempuan kuat ini. Satu tahun yang lalu, Herlin dan ibunya harus tinggal di gudang pasar karena tidak punya tempat tinggal. Mereka berdua hanya tidur beralaskan tikar. Sekarang mereka sudah tinggal di rumah saudaranya, tetapi tentu tidak selamanya mereka menumpang. Rencana jika penyakit mereka berdua sembuh, mereka ingin mencari tempat tinggal sendiri sebab tidak ingin merepotkan orang lain.


Untuk itu Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bantul turut mengajak para dermawan untuk mewujudkan kesembuhan Herlin dan Endah. “Insyaallah Tim ACT Bantul berikhtiar untuk membantu Dik Herlina dan Bu Endah melawan penyakitnya. Semoga dengan sedekah sahabat bisa menyemangati perjuangan mereka untuk sembuh dan bisa mengejar cita-citanya untuk sembuh,” kata Danang dari Tim Program ACT Bantul.

Endah pun berharap demikian. Ia tentu berharap diri dan anaknya bisa sembuh, karena Herlin adalah kebanggannya saat ini. “Dik Herlin anak hebat. Walaupun ia sakit, pusing, mempunyai penyakit ginjal bocor, tapi sering menemani saya buat cari uang. Bahkan ketika saya sakit, Dik Herlin yang jualan sendiri keliling,” lirih Bu Endah. []