Gantikan Suami yang Sakit, Juju Kini Rintis Usaha Nasi Uduk

Semenjak suaminya menderita gagal ginjal, Djuliani atau yang dikenal sebagai Juju memulai usaha nasi uduk. Dari usaha ini ia memenuhi kebutuhan hiudp keluarga serta ongkos suaminya untuk pengobatan.

bantuan gerobak umkm
Berbekal sebuah etalase, Juju berjualan nasi uduk dan berbagai macam gorengan. (ACTNews/Yudha Hadisana)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR – Djuliani terhitung belum lama menjalani usaha nasi uduk, baru sekitar dua tahun lalu. Berbekal sebuah etalase, ia berdagang di dekat toko anaknya di Jalan Nasional II, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Perempuan yang akrab disapa Juju ini, memulai usaha untuk menggantikan suaminya yang divonis gagal ginjal dua tahun lalu. Semenjak sakit, suami Juju tidak dapat bekerja berat dan berhenti bekerja sebagai pengemudi barang antarprovinsi. ”Sampai di rumah sakit dirawat, terus dikasih tahu harus cuci darah. Seumur hidup harus cuci darah sekarang,” cerita Juju di awal suaminya menderita sakit.

Praktis dari keuntungan nasi uduk, Juju membiayai pengobatan. Tetapi untuk saat ini Juju mengaku sulit menghitung keuntungan pasti, sebab penghasilan kotor yang ia peroleh langsung dipakai untuk kebutuhan harian. Malah terkadang, dagangan Juju juga sampai tidak habis.

“Kalau enggak laku, kadang ada pemulung atau tukang dagang lewat di jalan suka saya bagiin. Daripada nanti enggak termakan. Enggak mungkin saya masak nasi bekas (untuk jualan selanjutnya), enggak pernah saya olah lagi. Apalagi ini pakai santan,” ujar Juju ditemui Selasa (24/8/2021) lalu.


Beruntung di tengah kesulitan, selalu ada kemudahan bagi Juju. Kedua anaknya yang sudah bekerja selalu membantu dari segi materi. Banyak orang-orang yang ia temui juga dengan senang hati membantu meringankan pengobatan suami. Seperti RT, RW, bahkan orang-orang yang tak sengaja ia temui di rumah sakit.

“Saya enggak ngajuin bantuan, tapi alhamdulillah banyak yang peduli. Mungkin sudah rezekinya di situ, jadi bisa berobat terus. Padahal saya sudah putus asa (sebelumnya). Cuci darah rutin ongkos dari mana sehari-hari? Usaha enggak ada,” ungkap Juju.

Bantuan itu juga datang untuk usaha Juju lewat program Wakaf Usaha Produktif. Juju mendapatkan aset berupa Gerobak Wakaf untuk membantu perkembangan usaha sehari-hari. Juju pun bersyukur dan semakin bersemangat. Ke depannya, ia ingin mengembangkan usaha ini agar dapat berjualan di dekat rumah dan menjual berbagai macam makanan kecil lain. “Biar enggak terlalu capek, kalau hujan enggak kehujanan juga. Kalau mau salat gampang, nanti bapak (suami) yang bantu jaga. Tapi untuk sekarang modalnya enggak ada,” kata Juju.

Juju juga berharap suaminya dapat kembali sembuh dan beraktivitas seperti biasa. “Biar dikasih kesehatan, dan usaha saya berjalan terus. Dikasih mukzijat biarpun rumah sakit memvonis tidak bisa bekerja lagi,” harap Juju. []