GASS Makassar Salurkan Kepedulian untuk Anas

Mengalami kecelakaan kerja tersengat listrik, Anas (40) warga Kelurahan Antang, Kecamatan manggala, Kota Makassar, mendapat perhatian dari Komunitas Gerakan Admin se-Sulawesi Selatan. Bantuan berupa uang tunai diharapkan dapat membantu Anas yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan.

Penyerahan bantuan dari ACT Sulawesi Selatan kepada Anas, warga Kelurahan Antang, Kota Makassar, Jumat (24/1). (ACTNews)

ACTNews, MAKASSAR – Gerakan Admin Sulawesi Selatan (GASS) melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Anas (40), warga Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Jumat (24/1).

Anas adalah seorang buruh bangunan harian. Ia mengalami kecelakaan kerja pada September silam. Anas tersengat kabel listrik di rumah yang sedang ia kerjakan di daerah Minasa Upa, Makassar. Kabel telanjang yang membentang menyengat serta menghanguskan hampir seluruh bagian tubuh Anas

"Waktu itu saya memasang kuda-kuda baja ringan atap kanopi. Kejadiannya pada hari Senin pukul 9 pagi. Bagian atas dari baja ringan itu mengenai kabel telanjang yang ada pada tiang listrik dekat situ, sehingga baja ringan yang saya pegang itu dialiri aliran listrik tegangan tinggi dan sekejap tubuh saya terbakar,” cerita Anas. Kini, ia tidak dapat lagi bekerja.

Anas sudah menjalani operasi pada bagian punggung. Kendala biaya membuat Anas tidak dapat melakukan operasi lanjutan sehingga Anas hanya dapat melakukan rawat jalan sambil tetap menebus resep obat pengurang rasa nyeri.

"Dalam sebulan terakhir ini, saya melakukan operasi sebanyak dua kali. Alhamdulillah ada beberapa dana bantuan dari para donatur dan juga saya pakai kartu KIS untuk berobat. Itu sangat membantu,” tambahnya.

Sebelumnya, Anas menggadaikan motor yang dulunya dipakai untuk mengais rejeki dengan uang senilai Rp3 juta untuk membiayai uang muka operasi tahap pertama. Anas kembali berhutang untuk melunasi biaya operasi tahap pertama itu. Ia tidak bisa berbuat banyak, terdesak dengan kebutuhan dan juga keadaan yang mengharuskannya gali lobang tutup lobang, berhutang setiap saat.

Kini, Anas hanya dapat terbaring di rumah berukuran 3x4 meter miliknya. Saat menjadi buruh bangunan harian, ia masih dapat mencari nafkah untuk keluarga dengan menerima upah rata-rata Rp50 ribu per hari. Saat ini, Ita (22), istri Anas, mengambil alih tanggung jawab mencari nafkah untuk bertahan hidup bersama dua orang anak mereka. Saat ini Ita menjadi buruh sawit di Merauke bersama kerabat setelah sebelumnya berjualan jagung rebus keliling.

Sementara itu, Catherine Imran dari Tim ACT Sulawesi Selatan yang langsung mengantarkan bantuan kepada Anas menyampaikan terima kasih kepada dermawan GASS yang telah peduli kepada Anas.

"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada para sahabat dermawan atas amanah yang diberikan dengan memberikan bantuan untuk Pak Anas. Semoga mendapat balasan terbaik di sisi Allah. Kami, ACT, selalu berupaya hadir dalam setiap isu kemanusiaan baik yang ada di Indonesia maupun dunia. Apalagi jika masalah kemanusiaan itu datang dari lingkungan terdekat kita. Contohnya Pak Anas ini, yang jauh saja kita bantu, apalagi yang dekat,” ungkap Catherine.

ACT Sulsel mengetahui kabar kondisi Anas dari media sosial. Tim pun segera melakukan peninjauan dan berkoordinasi dengan Komunitas GASS. “Setelah kami anggap atas kelayakan bantuan, kami segera berkoordinasi dengan teman-teman di komunitas GASS. Hal ini mendapat sambutan positif dari para pengurusnya,” lanjut Catherine. Bantuan pun langsung diserahkan oleh ketua GASS Arfah Aksa Ali.

“Saat ini, kondisi Anas sudah berangsur pulih, namun luka bakar di tubuhnya masih butuh pengobatan. Apalagi dengan kondisi ekonomi yang belum stabil dan harus menanggung dua orang anak. Melihat hal tersebut, ACT Sulsel dan GASS akan terus membersamai Anas hingga kondisinya benar-benar pulih. Kami mengajak para sahabat dermawan dengan memberikan bantuan terbaiknya,” kata Catherine. Ia menambahkan, donasi bisa dikirimkan melalui rekening BNI Syariah 8660 2910 1908 0038 atas nama Aksi Cepat Tanggap atau dapat mengantarkan langsung ke Kantor ACT Sulawesi Selatan di Jalan Sultan Alauddin Plaza Ruko BB No.1, Makassar.[]