Gaza dan Al-Aqsa Kembali Diserang Zionis Israel

Wilayah di Gaza kembali menerima serangan udara pada Kamis (21/4/2022) oleh pesawat tempur Israel. Di hari yang sama, pasukan Israel juga menyerbu Al-Aqsa. Mereka dilaporkan mengusir jemaah masjid dan melukainya.

israel serang palestina
Serangan udara Israel ke Gaza pada Kamis (21/4 /2022) dini hari. (Dok. Istimewa)

ACTNews, GAZA, YERUSALEM – Jalur Gaza kembali dihantam misil dari pesawat tempur Israel pada Kamis (21/4/2022) dini hari. Serangan misil tersebut menargetkan dua tempat di Gaza Tengah dan Gaza Selatan. Hingga kini, Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan belum ada korban jiwa yang tercatat dalam serangan tersebut.

Ini menjadi serangan kedua dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, pada Selasa (19/4/2022), serangan serupa terjadi di barat kota Khan Younis, di Gaza Selatan. Misil dari beberapa pesawat tempur Israel menyebabkan beberapa area bangunan mengalami kerusakan.

Sementara itu, di hari yang sama, serangan Israel juga kembali terjadi di Al-Aqsa, Yerusalem Timur. Berdasarkan laporan dari tim Global Humanity Network (GHN) ACT, terjadi penyerbuan secara tiba-tiba oleh pasukan zionis terhadap para jemaah di Qubbatus Sakhra, Masjid Al-Aqsa. 

"Penyerbuan terjadi ketika para jemaah baru saja selesai melakukan ibadah salat subuh di Qubbatus Sakhra. Para zionis mengusir paksa para jemaah agar segera mengosongkan area masjid.  Hingga kini, banyak dari para jemaah yang mendapatkan perlakuan yang tidak pantas. Para wanita dan pemuda di Al-Aqsa menjadi korban intimidasi dan kekerasan," lapor Firdaus Guritno dari tim GHN-ACT.

Pengusiran tersebut, disebut Firdaus, dilakukan agar para pemukim Israel bisa masuk ke Al-Aqsa untuk menggelar ritual keagamaannya. Padahal, hal tersebut jelas melanggar hukum dan perjanjian internasional yang telah ditetapkan sebelumnya.

Lebih lanjut, Firdaus menjelaskan sejumlah warga Palestina dilaporkan terluka karena tembakan dari peluru besi yang dilapisi karet oleh pasukan Israel. Ironisnya, tim medis Palestina dilarang untuk masuk ke area Al-Aqsa guna memberikan perawatan ke para korban luka. Bagi tim medis yang tetap memaksa masuk, mereka akan turut diserang dan ditangkap.

"Serangan di Al-Aqsa terjadi tidak hanya di bulan Ramadan, namun juga di bulan-bulan lainnya. Namun, memang pada bulan suci ini intensitas serangannya meningkat. Bahkan, pasukan Israel juga kerap menangkap warga Palestina di Al-Aqsa tanpa alasan dan dasar hukum yang jelas. Misalnya, ada salah satu warga yang sedang membaca Al-Qur’an di area kompleks, tiba-tiba ia ditangkap," jelas Firdaus. []