Gaza Gawat Darurat, Semua Menjadi Target Serang

Gaza Gawat Darurat, Semua Menjadi Target Serang

ACTNews, GAZA – Sudah beberapa malam terakhir, gelapnya langit malam di Gaza tak hanya berwarna hitam pekat. Di antara langit gelap itu, meletup suara dentuman dan warna oranye menyala terang. Bukan satu, tapi ratusan kali. Ledakan demi ledakan tidak berhenti walau sudah lewat tengah malam.

Dalam 24 jam terakhir, tensi ketegangan memang sedang meninggi di sepanjang perbatasan Gaza dan Israel. Ratusan roket dikirimkan militer Israel ke perbatasan Gaza sebelah timur. Roket dikirim dari Israel dengan target sembarang. Semua yang berdiri di perbatasan Gaza tengah menjadi target, entah itu rumah, pertokoan, termasuk yang terkini roket dari Israel menghantam habis stasiun TV Al-Aqsa.

Mengutip laporan jurnalis Al Jazeera di Gaza Selasa (13/11), serangan udara dari Israel tak berhenti sejak 24 jam terakhir. Tidak sedikit bangunan sipil yang rata dengan tanah. Sepanjang malam, jet-jet tempur Israel melintas bebas di atas langit Gaza, melepaskan roket-roket ke wilayah padat penduduk di Gaza.

“Semua di Gaza sedang menjadi target. Saya sudah pernah bermimpi bahwa bangunan yang menjadi toko saya ini akan hancur suatu hari nanti, alasannya karena saya tinggal di Gaza. Sekarang, kenyataan itu benar-benar terjadi di depan mata,” tulis seorang pemilik bangunan pertokoan Al-Rahma, di salah satu sudut Gaza, dilansir dari Al Jazeera.

Bukan tanpa alasan, ketegangan yang meningkat antara Gaza dan Israel ini terjadi setelah Ahad (11/11) kemarin, tujuh warga Palestina wafat akibat operasi klandestin (senyap) Israel. Serangan yang dilakukan oleh pasukan mata-mata Israel itu dilakukan dengan cara menyelundup ke Gaza, menyamar sebagai warga sipil lalu membunuh salah satu petinggi Hamas, organisasi masyarakat yang begitu dominan di Gaza.

Setelah itu, emosi warga Gaza bergemuruh. Beberapa roket skala kecil dikirimkan warga Gaza ke Israel. Serangan itu lantas dibalas oleh Israel dengan mengirimkan jet-jet tempurnya, membombardir Gaza dari atas.

Serangan acak Israel

Beberapa malam terakhir, tidur warga Gaza tak ada yang nyenyak. Satu hal yang paling ditakuti, tidak ada yang pernah tahu apa yang menjadi target serangan roket Israel. Seperti yang dituliskan oleh jurnalis Al Jazeera yang bermukim di Gaza, serangan udara yang telah terjadi sejak 48 jam terakhir menyerang acak. Targetnya mengarah ke manapun, ke area publik, rumah, atau bangunan umum lain.

“Kita tidak pernah tahu ke mana target roket itu. Yang kami lihat setiap malam-malam terakhir hanya cahaya dan nyala terang roket yang dikirimkan dari udara,” kata Ahmed Naser, seorang warga Gaza di dekat perbatasan.

Nasser bercerita, beberapa malam sebelumnya ia melihat langsung ketakutan penghuni rumah susun yang menjadi target serang Israel. Keluarga Nasser pun menjadi salah satu korbannya. Tidak ada yang menduga mengapa bangunan padat penghuni itu juga diserang.

“Mereka semua panik, lari keluar dari bangunan setelah suara sirine meraung keras di tengah malam. Jet tempur Israel melintas cepat di atas, lalu menjatuhkan roketnya. Di antara mereka yang dievakuasi, termasuk ibu dengan bayi yang baru lahir, juga lansia di kursi roda,” tutur Nasser.

Kini, Nasser ayah dengan dua anak kehilangan seluruh rumahnya. Tinggal bersisa puing setelah bangunan rumah susun itu rata dengan tanah. “Seluruhnya hancur dan terbakar. Termasuk ijazah Master, termasuk paspor dan dokumen resmi lainnya,” keluhnya.

Sampai laporan ini dituliskan, belum diketahui nasib selanjutnya dari serangan yang membombardir Gaza. Kabar paling baru, sampai Selasa (13/11) malam kemarin roket masih dikirimkan berkali-kali dari jet tempur Israel ke arah wilayah padat penduduk Gaza.

Sejak 30 Maret silam, emosi warga Gaza sudah meluap-luap. Demonstrasi dilakukan setiap pekannya di hari Jumat, protes menuntut hak atas rumah dan tanah Palestina yang direbut paksa oleh Israel 70 tahun silam. Catatan Kementerian Kesehatan Palestina, protes berdarah yang dilakukan warga Gaza di sepanjang perbatasan telah melukai lebih dari 18.000 jiwa. Peluru tajam yang digunakan militer Israel untuk melawan pun telah menewaskan setidaknya 210 warga Palestina. []

Sumber foto: Reuters