Gaza Perlukan USD500 Juta untuk Bangun Perumahan Pasca Serangan Israel

Deputi Menteri Perumahan dan Tenaga Kerja di Gaza Naji Sarhan mengatakan, pembangunan kembali perumahan di Gaza pasca serangan Israel memerlukan sekitar USD500 juta.

pemulihan gaza
Tim Aksi Cepat Tanggap di Gaza membantu membersihkan puing-puing dari jalanan utama pada akhir Mei 2021, setelah adanya gencatan senjata. (ACTNews)

ACTNews, GAZA - Serangan  Israel di Gaza menghancurkan sekitar 2.200 rumah, meliputi 1.200 rumah hancur total dan 1.000 rumah lainnya hancur sebagian. Deputi Menteri Perumahan dan Tenaga Kerja di Gaza Naji Sarhan mengatakan, pembangunan kembali perumahan di Gaza pasca serangan Israel memerlukan sekitar  USD500 juta.

Pemerintah Palestina berkomitmen untuk memberikan bantuan sebesar USD5.000 bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan total dan USD3.000 bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan penuh.

Sarhan mengundang negara-negara lain untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan kembali perumahan Gaza akibat serangan Israel yang paling menghancurkan selama 13 tahun terakhir ini dan paling brutal semenjak serangan tahun 2014 yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang. 

Sebelumnya, pada akhir Mei lalu, puluhan ribu warga Palestina harus mengungsi di sekolah-sekolah yang dioperasikan oleh PBB, untuk menghindari serangan Israel. Hal ini mengingat, hampir 17.000 unit bangunan komersial dan rumah rusak sedang dan total selama 11 hari serangan Israel, seperti yang disampaikan Kantor PBB untuk Urusan Kemanusiaan pada akhir Mei lalu.

Reporter Al Jazeera Harry Fawcett yang bertugas di Gaza menambahkan, kondisi rusaknya perumahan dan bangunan-bangunan komersial sangat memberatkan warga Gaza. “Dengan rasio satu rumah di Jalur Gaza dihuni oleh lebih dari 6 orang, maka jumlah jiwa yang kehilangan rumahnya atau yang rumahnya rusak mencapai lebih dari 80.000 orang. Kondisi ini merupakan bencana besar bagi warga di sini,” ungkap Harry Fawcett dalam laporannya akhir Mei silam. []