Gebyar Tanam Padi, Upaya Global Wakaf-ACT dan YP3I Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kedaulatan pangan umat, melalui peningkatan kesejahteraan petani. Pada tahap awal, program Wakaf Sawah Produktif tersebar di lima Kabupaten di Jawa Timur, yaitu Mojokerto, Sidoarjo, Ponorogo, Pasuruan, dan Malang.

Dari kiri ke kanan, Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khajar melakukan penanaman simbolis di acara tanam raya yang digelar di Desa Jiyu, Mojokerto, Sabtu (26/12). (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, MOJOKERTO - Global Wakaf-ACT bersama Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) dan Gema Petani, menggelar Gebyar Tanam Padi di Dusun Tumpangsari, Desa Jiyu, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (26/12). Gebyar Tanam Padi ini,merupakan salah satu bagian rangkaian agenda kerja sama Global Wakaf - ACT, YP3I dan Gema Petani di Jawa Timur dalam pengelolaan Wakaf Sawah Produktif seluas 500 hektare.

Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kedaulatan pangan umat, melalui peningkatan kesejahteraan petani. Pada tahap awal, program Wakaf Sawah Produktif tersebar di lima Kabupaten di Jawa Timur, yaitu Mojokerto, Sidoarjo, Ponorogo, Pasuruan, dan Malang.

"Kita bertekad memperjuangkan kesejahteraan para petani. Niat dan semangat besar itu

dimulai dari sini, Dusun Tumpangsari," jelas Ahyudin, Presiden Global Islamic Philanthropy (GIP) sekaligus Ketua Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, melalui program tersebut akan dibangun kembali kebangaan bangsa Indonesia sebagai bangsa agraris. "Bangsa kita harus punya kekuatan pangan yang hebat. Karena dengan demikian, kita akan menjadi bangsa yang berdaulat. Kemudian bisa membantu bangsa lain yang kesulitan," tegas Ahyudin.

Beras hasil produksi Wakaf Sawah Produktif ini nantinya akan ditampung di Wakaf Distribution Center yang berada di Kabupaten Jombang. Dari sini, beras dan kebutuhan pangan lainnya akan didistribusikan untuk masyarakat prasejahtera dan berbagai pesantren yang tersebar di berbagai daerah.

"Ini merupakan bagian dari komitmen kita mendukung para santri dan ulama sebagai para penjaga agama," imbuh Ahyudin.

Sementara itu, pembina YP3I Abuya KH. Mahfudz Syaubari mengatakan, para petani adalah pahlawan yang sebenarnya. "Karena pertanian adalah pondasi kehidupan di dunia ini. Maka dengan demikian, para petani adalah pahlawan yang menyelamatkan kehidupan," ungkapnya.

Ia juga menambahkan, agar rakyat Indonesia ini kembali menjadi tuan di negeri sendiri, maka bangsa ini harus menguasai pertanian. Inovasi para profesor ahli pertanian memungkinkan sawah tersebut bisa menghasilkan 16 ton per hektare," kata Abuya. Hal ini mengingat, melalui berbagai penelitian yang dilakukan ahli pertanian di YP3I, telah dihasilkan varietas unggul, pupuk terbaik, penghalau berbagai hama dan teknologi pertanian yang akan memudahkan para petani.

Program Wakaf Sawah Produktif melibatkan 3.000 petani, 22.500 tenaga kerja. Selain itu ada 2.500 pesantren yang terberdayakan dengan 23.500 santri yang menerima manfaat per bulan. Di luar itu, 440.474 KK yang menjadi penerima manfaat.

Acara Gebyar Tanam Padi ini juga dihadiri KH. Abdul Adzim ketua PCNU Mojokerto sekaligus ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama (LPPNU), Kepala Desa Jiyung, Ali Imron, Danramil, serta perangkat pemerintahan lainnya. []