Gelap Subuh, Sisa Banjir Padang, dan Sahur Hangat dari ACT Sumatera Barat

Gelap Subuh, Sisa Banjir Padang, dan Sahur Hangat dari ACT Sumatera Barat

Gelap Subuh, Sisa Banjir Padang, dan Sahur Hangat dari ACT Sumatera Barat' photo

ACTNews, KOTA PADANG - Hari masih gelap. Imsak masih jauh di ufuk. Bau amis banjir dan lembab masih merata di hampir tiap-tiap rumah. Malam itu, malam sahur hari ke - 6 Ramadhan, Kamis (1/6) Kawasan Jondul Rawang, Kecamatan Padang Selatan masih gelap gulita. Listrik belum bisa dialirkan oleh PLN Kota Padang, mengingat air banjir yang membawa lumpur tebal belum surut sepenuhnya.

Satu malam sebelumnya, Rabu (31/5) banjir besar baru saja menenggelamkan kawasan ini. Jondul Rawang dan kawasan sekitarnya tenggelam banjir setinggi kurang lebih 1,5 meter. Banjir juga datang di waktu sahur. Air bah meluap dari aliran sungai-sungai di Kota Padang, sempat membuat Kota Padang lumpuh total.

Dua puluh empat jam setelah banjir menerjang Kota Padang, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Sumatera Barat kembali menghampiri kawasan Jondul Rawang. Bukan sekadar menilik kondisi terakhir banjir dan menyapa korban banjir di titik pengungsian, ACT Sumbar datang membawa ratusan paket bantuan makanan sahur.

Tak terhitung jumlah paketnya, ratusan makanan siap saji itu pun cukup terdistribusikan hingga sekitar 250 Kepala Keluarga terdampak banjir kawasan Jondul Rawang. Kurang lebih 250 KK korban banjir ini masih mengungsi, sebab rumah mereka masih lembab, amis, penuh dengan lumpur bekas banjir.

Fadli Septavianra , Kepala Cabang ACT Sumbar mengatakan, bahwa bantuan makan sahur di malam ke-6 Ramadhan itu adalah bantuan ke-tiga yang terdistribusikan bagi korban banjir di area Jondul Rawang.

“Sebelumnya, sudah dua kali bantuan terkirim ke Jondul Rawang, ada paket makanan anak dan air mineral yang diberikan hanya selang beberapa jam setelah kejadian banjir. Lalu ada pula paket makanan berbuka puasa yang dibagikan Rabu (31/5) kemarin,” kata Fadli.

Fadli juga mengatakan, bantuan makanan siap saji yang diboyong oleh ACT Sumbar berasal dari berbagai donatur ACT. “Bantuan makanan terutama berasa dari keluarga besar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sumatera Barat yang sudah cepat tanggap dalam pengumpulan donasi, kemudian disalurkan sepenuhnya melalui ACT Sumbar,” paparnya.

Dalam gelap subuh itu, Kamis (1/6) banjir di kawasan Jondul Rawang sudah mulai surut. Pembagian makanan sahur hangat itu pun tak perlu lagi menggunakan perahu karet. Mobil ACT Sumbar bisa melaju dari pintu ke pintu, langsung menyapa warga Jondul Rawang yang bertahan dalam gelap dan lembab lumpur di dalam rumah.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli dalam bencana banjir Kota Padnag kali ini. Hanya Allah yang bisa membalas semuanya. Semoga amalan baik di bulan baik ini menjadi pahala berkah yang berlimpah dan menjadi pembuka rezeki bagi kita. Semoga warga Kota Padang bisa lekas bangkit dan berjuang kembali meniti Ramadhan,” pungkas Fadli. []

 

Tag

Belum ada tag sama sekali