Geliat Wakaf di Ujung Sumatera

Geliat Wakaf di Ujung Sumatera

ACTNews, BANDA ACEH - Tak ada kata terlambat untuk mengenal wakaf lebih jauh. Semangat inilah yang mengantarkan Keumalawati (85) untuk mengikuti acara Waqf Business Forum (WBF) yang digelar di kota Banda Aceh. Dengan langkah tertatih-tatih, sang nenek ditemani anak dan cucunya ikut bergabung dengan ratusan peserta lainnya, yang tak kalah antusias mengenal wakaf.

Selasa (18/1), acara yang diinisiasi oleh Global Wakaf-Aksi cepat Tanggap ini dihadiri oleh seratus peserta yang mayoritas pengusaha dan pemilik usaha. Dalam kesempatan tersebut, potensi-potensi wakaf nasional maupun global kembali digali. Tak terkecuali pembahasan sejarah gemilang kejayaan umat melalui dana wakaf di zaman sahabat Rasulullah. Di antara wakaf sahabat Nabi yang masyhur adalah Sumur Utsman dan kebun kurma milik Umar.

“Saat ini masyarakat membutuhkan praktik wakaf yang lebih luas, tidak terbatas pada praktik zakat, infak, dan sedekah,” ujar Iqbal Setyarso dalam inspiring speech-nya.

Imam Teguh Saptono selaku President Director of Global Wakaf Corporation juga menyampaikan bagaimana wakaf dapat membangun perekonomian umat. Wakaf tidak hanya ikhtiar untuk menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas bisnis atau usaha kita. Dengan berwakaf, sama saja dengan mengabadikan harta sampai ke akhirat. 

“Tentu kita semua tidak mau manfaat dari harta hanya berhenti di dunia saja. Hanya bermanfaat untuk pribadi semata. Melibatkan wakaf dalam usaha yang kita miliki, mengundang keberkahan dan kelipatan nikmat dalam setiap urusan kita. Karena apa? Karena wakaf dari usaha kita selain bermanfaat secara berkelanjutan bagi sesama, Allah juga menghadirkan malaikat-malaikat-Nya dalam aktivitas bisnis kita,” papar Imam. 

Sementara itu, J.E. Robbyantono selaku Bussiness Director of Global Wakaf Corporation memaparkan bagaimana alur mulai dari penunaian wakaf sampai pada implementasi-implementasi dana wakaf. Sejumlah saham yang diwakafkan oleh pemiliknya akan terus dijaga pokoknya. Sementara hasil pengoptimalan wakaf tersebut disalurkan kepada mawquf alaih melalui program-program kemanusiaan.

Berwakaf dalam bisnis (wakaf saham), imbuh Robbyantono, tidak harus menunggu usahanya bergerak pesat.

“Justru, berwakaf bisnis atau saham amat baik jika dimulai sejak usaha itu dirintis. Sebab, jika nanti perusahaannya telah besar, akan semakin susah untuk mewakafkan sebagian saham. 

Sesi edukasi wakaf tersebut mengundang niat kuat para peserta untuk berwakaf. Wujud dari niat itu berupa wakaf saham, wakaf tunai, maupun wakaf aset. Salah satu peserta bahkan mewakafkan tanahnya seluas 100 hektar yang bernilai satu miliar. Dalam beberapa menit, geliat berwakaf begitu terasa kala itu.

Niat berwakaf pun ditunaikan oleh Keumalawati, yang selama acara berlangsung begitu menyimak materi wakaf yang disampaikan. 

“Ini, saya mau mewakafkan sejumlah uang. Sudah saya siapkan sebelum datang ke acara ini. Semoga uang yang saya wakafkan ini bisa bermanfaat secara terus-menerus,” ucap Keumalawati sambil menyerahkan uang senilai belasan juta di penghujung acara. []

Tag

Belum ada tag sama sekali