Gelombang Tinggi Rusak Puluhan Rumah di Pesisir Semarang

Puluhan rumah mengalami kerusakan akibat bencana gelombang tinggi di Semarang Utara. Bencana ini memaksa puluhan keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Banyak hal yang dibutuhkan para pengungsi, mulai dari bantuan darurat berupa pangan dan sandang, hingga biaya untuk memperbaiki rumah, tanggul pantai, dan perahu.

Rumah warga yang rusak akibat hantaman ombak di Semarang Utara. (ACTNews/Wahyu Eko)

ACTNews, SEMARANG Gelombang pasang disertai angin kencang menerjang pesisir pantai Semarang Utara pada Ahad (6/12). Kekuatan ombak mampu merobohkan sabuk pengaman pantai yang terbuat dari beton. Akibatnya, 13 rumah di wilayah Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara mengalami rusak parah.

Ombak setinggi dua meter menghantam dinding rumah warga. Air laut pun masuk tidak terbendung menggenangi permukiman. Salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan parah adalah milik Sutrimo. Tembok dan lantai rumahnya hancur.

“Belum pernah separah ini. Gelombang sebelum-sebelumnya enggak sampai merobohkan tanggul. Beberapa perahu nelayan juga ada yang rusak," ungkap Sutrimo kepada Relawan Aksi Cepat Tanggap, seminggu setelah kejadian, Ahad (13/12). Sutrimo pun harus memikirkan biaya memperbaiki rumah. Tahun lalu, dengan kondisi rumah tidak separah saat ini, Sutrimo membutuhkan Rp 45 juta untuk menguatkan tembok dan pondasi rumah.

Data saat ini, sebanyak 87 keluarga terdampak terjangan gelombang pasang masih mengungsi. Perangkat desa telah menyiapkan posyandu sebagai tempat pengungsian sementara. Warga masih takut kembali ke rumah masing-masing. Pasalnya, hingga saat ini gelombang pasang masih terjadi. Warga dituntut kewaspadaan, terutama malam hari. Beberapa warga dan anak-anak juga mengalami syok ringan pascabencana gelombang tersebut.

Belum bisa diperkirakan berapa kerugian yang ditanggung warga Tambak Lorok. Selain renovasi rumah masing-masing warga, perbaikan tanggul pantai menjadi kebutuhan utama saat ini. Selain itu perahu yang menjadi sarana mencari penghasilan nelayan pun mendesak diperbaiki.

Hamas Rausyanfikr dari tim program ACT Jawa Tengah, Selasa (15/12), menerangkan, relawan MRI-ACT sudah mendata dan mengupayakan bantuan kepada korban gelombang pasang. Hamas berharap, bantuan terbaik bisa diberikan untuk mereka.

“Tentu dengan sinergi dari para dermawan. Bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak gelombang tinggi di Semarang Utara ini bisa disalurkan melalui laman Indonesia Dermawan atau masyarakat bisa mengunjungi langsung kantor ACT Jawa Tengah. Selain itu, sedekah juga bisa langsung dikirim ke rekening kemanusiaan BNI Syariah 55 0000 7772 atas nama Aksi Cepat Tanggap,” ajak Hamas.[]