Gempa Bumi M5,6 Guncang Solok Selatan

Gempa Bumi M5,6 Guncang Solok Selatan

ACTNews, SOLOK SELATAN – Gempa bumi mengguncang Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat pada Kamis (28/2). Tercatat dua gempa mengguncang dengan masing-masing kekuatan magnitudo 4,8 pada pukul 01.55 dengan kedalaman 11 kilometer. Sedangkan gempa kedua terjadi pada pukul 06.27 dengan magnitudo lebih besar 5,6 yang kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,3 dengan kedalaman 10 km.

Dari data sementara yang didapatkan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, sekitar 30 rumah mengalami rusak sedang dan 1 orang luka ringan. Sedangkan di Nagari Sungai Kunyit 10 rumah rusak, empat di antaranya rusak berat juga dilaporkan 10 orang mengalami luka ringan.

Saat ini tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan tindakan. Relawan MRI Sumbar Falerino mengatakan, tidak ada laporan korban jiwa sampai saat ini. “Tapi kamu terus pantau kondisi terkini,” ungkp Falerino, Kamis (28/2).

Selain di Solok Selatan, gempa juga dirasakan di Kabupaten Sijunjung, Sumbar. Gempa yang berpusat di daratan ini dirasakan oleh sebagian warga Sijunjung walau dengan intensitas rendah. “Di sini (Sijunjung) terasa gempa tapi sangat lemah, jarak sekitar 5-6 jam ke pusat gempa,” tambah Falerino.

Aan Saputra dari Tim ACT Sumbar mengatakan, timnya bersama MRI Padang tengah menuju lokasi bencana. "Tim sudah berangkat pukul 14:00 WIB tadi, terdiri dari 6 personel rescue. Insya Allah tim akan bantu evakuasi korban bencana di sana," kata Aan.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono menjelaskan, gempa di Solok Selatan bersumber dari aktivitas Sesar Sumatra. Gempa ini merupakan gempa dangkal dengan kedalaman sekitar 10 km. Pergerakan sesar ini juga terpantau mendatar atau strike-slip.

Selain di Solok Selatan, gempa bumi juga mengguncang Kabupaten Pandeglang, Banten. Terjadi pada pukul 07.54, gempa bumi ini bermagnitudo 4,0. Walau berpusat di lautan, namun gempa ini tidak berpotensi tsunami. []