Gempa Guncang Majene Dini Hari, Ribuan Warga Mengungsi

Gempa berkekuatan M6,2 kembali mengguncang Majene pada Jumat (15/1/2021) dini hari. Sebelumnya, dengan kekuatan M 5,9 pada Kamis (1/1/2021) siang, gempa berkedalaman 10 km di Majene juga dirasakan hingga Balikpapan.

Bangunan di Kabupaten Mamuju roboh akibat guncangan gempa M6,2 yang terjadi Jumat (15/1/2021) pukul 01.28.17 WIB. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Gambaran bangunan roboh dan situasi warga berlarian pada Jumat (15/1/2021) diterima Aksi Cepat Tanggap saat gempa berkekuatan M6,2 mengguncang Majene, Sulawesi Barat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melaporkan, gempa yang hanya berkedalaman 10 km itu dirasakan pada skala MMI IV-V di Majene, skala MMI III Palu, hingga skala MMI II di Makassar. Pusat gempa berada di darat 6 km Timur Laut Majene.

Sejumlah bangunan yang terpantau rusak antara lain permukiman warga, Universitas Tomakaka, Hotel Maleo, dan RSUD Mamuju. Direktur Eksekutif Disaster Emergency Response-Aksi Cepat Tanggap Dwiko Hari langsung mengerahkan tim tanggap darurat dari Palu dan Makassar untuk membantu korban. “Tim tengah disiapkan, jika memungkinkan kami akan segera membuka dapur umum dan posko kemanusiaan,” kata Dwiko, Jumat (15/1/2021) pagi.

Berdasarkan data Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mamuju, per Jumat (15/1/2021) pukul 06.00 WIB, sejumlah 3 orang meninggal dunia, 24 orang luka-luka, dan 2.000 warga mengungsi. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Raditya Jati.

BPBD Majene menginformasikan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan terputus), sebanyak 62 unit rumah rusak (data sementara), 1 unit Puskesmas (RB) dan 1 Kantor danramil Malunda (RB).

Sementara itu, Kepala Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno menjelaskan, gempa M6,2 masih dalam rangkaian gempa M5,9 yang terjadi Kamis (14/1/2021) siang. Sebelum gempa utama M6,2 BMKG mendeteksi aktivitas gempa bumi M3,1 yang terjadi dan sejumlah gempa susulan hingga pukul 02.00 WIB. Berdasarkan hasil monitoring, enam kali gempa susulan tercatat dengan maksimum kekuatan M4,1. Bambang pun mengimbau masyarakat di sekitar daerah pusat gempa menghindari bangunan yang retak atau rusak.[]