Gempa Lombok, Lebih dari 500 Rumah Rusak

Gempa Lombok, Lebih dari 500 Rumah Rusak

ACTNews, LOMBOK TIMUR - Gempa sekuat 5.8 SR yang mengguncang Lombok Timur pada Ahad (17/3), menimbulkan kerusakan cukup parah. Tim Disaster Emergency Response (DER) - ACT NTB di lokasi kejadian melaporkan, setidaknya 499 rumah rusak berat dan ringan, sementara 32 rumah lainnya roboh. Dengan kata lain, gempa tersebut menghancurkan 531 rumah warga.

Sementara itu, korban jiwa yang sebelumnya tiga orang, bertambah satu orang. Angka tersebut menjadikan total korban jiwa seluruhnya menjadi empat orang. Korban luka-luka mencapai 44 orang, terdiri dari 36 WNI dan 8 WNA. “Insyaallah, kami akan coba update terus kondisi dan perkembangan di lapangan.” ujar Kepala Program ACT NTB Romi Saifuddin, Senin (18/3) .

Romi menambahkan, hingga kini tim masih menyusuri wilayah terdampak untuk evakuasi korban. Daerah paling parah yang terdampak gempa berlokasi di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur, meski tidak ada korban jiwa di daerah ini. “Untuk korban jiwa itu yang terkena longsor. Kalau di Montong Gading tidak ada korban jiwa, hanya luka berat seperti patah tulang dan luka ringan.” terang Romi.

Hingga Senin pagi (18/3) tim DER- ACT NTB bersama tim gabungan yang terdiri dar BASARNAS, POLRI, PMI, POL PP, telah mengevakuasi 44 warga yang terkena longsor di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Semua korban berhasil diselamatkan, sehingga jumlah korban jiwa tetap empat orang. Tim evakuasi gabungan juga telah ditarik kembali menuju posko induk yang terletak di Mataram. Korban jiwa yang berjumlah empat orang, telah dibawa menuju RSUP Mataram untuk pemeriksaan, identifikasi, dan otopsi sesuai dengan prosedur pemerintah, mengingat di antara korban terdapat beberapa Warga Negara Asing.

Korban luka ringan dan berat maupun selamat telah dievakuasi ke Rumah Sakit Provinsi untuk diberikan penanganan. Romi menjelaskan, timnya berencana memberikan suplai logistik kepada korban gempa di sekitar Lombok Timur. “Untuk yang di Lombok Timur, hari ini (18/2) bantuan logistik akan didistribusikan dan rencananya kami juga akan dirikan dapur umum di Montong Gading.” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan 5.8 SR kembali mengguncang Lombok Timur dan menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Dua menit setelahnya, gempa berkekuatan 5.2 SR kembali terjadi di barat laut Lombok Timur dengan kedalaman 11 kilometer dan tak menimbulkan potensi tsunami.

Gempa susulan tersebut tidak hanya terjadi sekali. Disaster Management Insitute of Indonesia (DMII) - ACT merilis data yang mencatat telah terjadi 21 gempa susulan pada Ahad (17/3) hingga pukul 18:00 kemarin, dengan skala magnitude terbesar 5.1, dan terkecilnya 1.9 SR. []