Gempa M 5,2 Guncang Maluku, Warga Evakuasi ke Wilayah Tinggi

Sejumlah warga membawa sejumlah harta benda mereka dengan mengendarai sepeda motor dan pergi menuju Puncak Menderita, salah satu titik pengungsian di Desa Liang, ketika gempa mengguncang Maluku, Kamis (10/10) pukul 13.39 WIT.

Gempa M 5,2 Guncang Maluku, Warga Evakuasi ke Wilayah Tinggi' photo
Warga mengungsi ke wilayah tinggi ketika gempa bermagnitudo 5,2 mengguncang Maluku Tengah. (ACTNews/Dyah Sulistiowati)

ACTNews, MALUKU TENGAH - Gempa bumi kembali mengguncang Maluku Tengah pada Kamis (9/10), tepatnya pukul 13.39 WIT. Gempa berkekuatan M5,2 ini cukup membuat panik warga. Warga yang berada di rumah segera keluar dan mengungsi ke titik-titik pengungsian terdekat.

Kepanikan warga terlihat di RT 1, Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Sejumlah penduduk membawa beberapa harta benda mereka dengan mengendarai sepeda motor dan pergi menuju Puncak Menderita, salah satu titik pengungsian di Desa Liang.

"Tadi saya sedang di rumah lalu terdengar suara kencang. Suami yang di luar, panggil saya untuk keluar. Gempanya goyang sekali. Tadi kami langsung ke atas sini (lokasi pengungsian)," kata Yani, warga RT 1, Desa Liang.


Yani warga Desa Liang mengungsi ke atas bukit setelah gempa mengguncang Maluku, Kamis (10/10). (ACTNews)

Yani dan sejumlah warga lainnya memilih ke Puncak Menderita karena lokasinya yang tinggi. Sebelumnya, warga sempat melihat air laut surut dan khawatir berpotensi tsunami.

Ismail selaku Kepala Dusun Tanjung, Desa Liang, membenarkan warganya kembali lagi ke pengungsian karena khawatir soal air laut yang surut dan potensi tsunami.

"Ya, tadi warga pada khawatir soal air laut yang surut. Ada juga yang katanya sempat lihat ombak. Jadi warga lainnya waspada dan naik ke atas sini (Puncak Menderita)," jelas Ismail.

Sejumlah wilayah di Desa Liang memang dekat dengan pesisir pantai. Beberapa warga masih ada yang menempati rumah mereka ketika siang, dan kembali ke pengungsian ketika malam. Namun, mayoritas warga enggan kembali ke rumah mereka karena kekhawatiran terhadap potensi tsunami. 

Salah satunya adalah Onah (36). Ibu empat anak ini lebih memilih tinggal di pengungsian daripada kembali ke rumah. "Saya trauma sekali. Untuk sekarang mendingan di sini, masih sering gempa soalnya. Rumah saya retak dan hancur sebagian. Ada lubang juga yang keluar lumpur saat gempa itu. Jadi lebih aman di pengungsian dulu,"ungkap Onah. 

Terkait potensi tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa M5,2 yang mengguncang Kabupaten Maluku Tengah tidak berpotensi tsunami. Namun demikian, warga di Desa Liang belum berani kembali ke rumah mereka dan lebih memilih tinggal di pengungsian.

Di Desa Liang, sekitar 17.000 warga mengungsi di sejumlah titik pengungsian. Mereka berasal dari 14 RT dan 4 dusun di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Berdasarkan data BMKG, per tanggal 10 Oktober, 1281 kali gempa susulan terjadi dan 146 kali gempa dirasakan di Maluku.[]

Bagikan