Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Bali, 3 Meninggal Dunia

Saat terjadi gempa, getaran dirasakan seperti truk bermuatan besar melintas. Beberapa sanggah milik warga di Kabupaten Karangasem, Bali rusak. Tak hanya itu, kerusakan terjadi di beberapa desa di seperti di Desa Pempatan di Kecamatan Rendang, Desa Tianyar di Kecamatan Kubu, dan lainnya.

gempa bumi bali
Gempa bumi magnitudo 4,8, guncang Bali pada pukul 04.00 WITA (BMKG)

ACTNews, BALI — Gempa bumi terjadi di wilayah Karangasem, Bali pada Sabtu (16/10/2021) pukul 04.00 WITA. Gempa terjadi sebanyak dua kali dengan magnitudo 4,8 dan 3,8 yang berada berada di kedalaman 10 km. Gempa dirasakan juga di Denpasar, hingga Lombok.

Berdasarkan saluran video yang diterima, gempa mengakibatkan salah satu rumah warga di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem mengalami rusak parah. Atap rumah jebol hingga material kayu memenuhi lantai kamar. Terdapat juga material dinding yang berserakan dan bercampur dengan kayu.

Saat terjadi gempa, jendela rumah dan pintu berderik. Getaran dirasakan seperti truk bermuatan besar melintas. Beberapa sanggah milik warga di Kabupaten Karangasem rusak. Tak hanya itu, kerusakan terjadi di beberapa desa seperti Desa Pempatan di Kecamatan Rendang dan Desa Tianyar di Kecamatan Kubu.

Hingga berita ini diturunkan, 3 warga dikabarkan meninggal dunia, namun belum dapat diketahui dengan pasti besarnya kerugian dan kerusakan lainnya.

Tim program ACT Bali Ni’matul Arofah mengatakan usai terjadi gempa, tim emergency ACT Bali telah bergegas menuju titik kejadian. Selain melakukan asesmen, tim juga membawa sejumlah bantuan.

“Asesmen sedang kami lakukan dan beberapa bantuan mendesak telah kami kirimkan,” ujarnya, Sabtu (16/10/2021).

Lebih lanjut, BMKG dalam laman resminya menjelaskan gempa bumi yang terjadi menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami. Mengingat gempa bumi dangkal di bawah laut.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktifitas sesar lokal,” tulis BMKG.[]