Gempa Maluku Tengah, Warga Kecamatan Tehoru Mengungsi

Potensi tsunami sempat diinformasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika membuat warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Gempa Maluku Tengah
Kondisi tenda warga penyintas gempa Maluku di pengungsian. (ACTNews)

ACTNews, MALUKU TENGAH – Warga di tiga desa di Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah, mengungsi akibat gempa pada Kamis malam (17/6/2021). Gempa magnitudo 6,1 yang mengguncang Maluku Tengah pada Rabu (16/6/2021) mengakibatkan air laut naik. Potensi tsunami sempat diinformasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi,  dan Geofisika membuat warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Muhamad Samsyudin Mahu dari Tim Program ACT Maluku menginformasikan warga Kecamatan Tehoru 100 persen bermukim di wilayah pesisir. Pascagempa, 95 persen warga mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi dengan membawa bekal terbatas. Hingga Kamis malam warga masih mengungsi lantaran gempa susulan masih terjadi. 

“Warga yang paling terdampak gempa ada di tiga desa, Haya, Tehoru, dan Yaputih.  Total warga yang mengungsi dari tiga desa sebanyak 22.832 jiwa dan tersebar di 29 titik yang merupakan dataran tinggi terdekat,” lapor Samsyudin, Jumat (18/6/2021) pagi.  

Syamsudin melanjutkan, para pengungsi tidur di bawah tenda-tenda terpal. Flu, demam, dan batuk sudah mulai menyerang pengungsi balita dan anak.

Berdasarkan data yang dihimpun Tim ACT Maluku, gempa membuat 61 rumah rusak ringan, 8 rusak sedang, dan tidak ada rumah yang mengalami kerusakan berat. Selain rumah, sarana umum berupa sekolah di desa Yaputih mengalami rusak sedang. 

Sementara BNPB mencatat, akibat gempa membuat rumah di Desa Saunulu 70 unit rusak, Mahu 25, Haya 20, Yaputi 15, Pasalolu 12 dan Tehoru 8. Di samping kerusakan rumah, gempa mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur publik. Laporan BNPB mencatat sebuah masjid dan gereja di Desa Saunulu rusak ringan.[]