Gempa Swarm Guncang Tanggamus, Berbahayakah?

Wilayah Teluk Semangko, Tanggamus diguncang gempa sebanyak 181 kali. Sebenarnya apa itu gempa swarm dan bagaimana menyikapinya?

gempa jenis swarm
Peta gempabumi Tanggamus pada 1-2 Juli 2021. (Dok. BMKG)

ACTNews, TANGGAMUS – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi gempa sebanyak 181 kali pada Kamis (1/7/2021) pukul 05.11 WIB hingga Jumat (2/7/2021) pukul 05.42 WIB di Teluk Semangko, Tanggamus, Lampung. Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa swarm. 

Melalui akun Twitter @DaryonoBMKG, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa di Tanggamus sudah terjadi sejak Rabu (30/6/2021) pagi. Di hari Rabu (30/6/2021) pagi hingga Kamis (1/7/2021) siang gempa telah terjadi sebanyak 78 kali. Lalu intensitas pada Kamis (1/7/2021) pagi hingga Jumat (2/72021) pagi  meningkat sebanyak 181 kali. 

“Hasil monitoring BMKG terhadap aktivitas gempa swarm di Teluk Semangko, Tanggamus, Lampung sejak 1 Juli 2021 pukul 05.11 WIB hingag 2 Juni 2021 pukul 5.42 WIB (pagi hari Ini), tercatat sebanyak 181 kali dengan magnitudo terkecil 1,1 dan terbesar 4,6 dengan guncangan dirasakan 10 kali,” kata Daryono di akun Twitter miliknya, Jumat (2/7/2021).

Daryono mengungkapkan gempa yang terjadi di Teluk Semangko tersebut merupakan jenis gempa swarm. Gempa swarm adalah serangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil, dengan frekuensi kejadian yang sangat tinggi, berlangsung dalam waktu yang relatif lama, terjadi di suatu kawasan, dan tanpa ada gempa utama (mainshock). 

Menurut Daryono, apapun jenis gempa yang terjadi di Teluk Semangko, masyarakat patut waspada karena sesar Semangko adalah sesar aktif yang kredibel. “Saya yakin ini aktivitas swarm. Tetapi apapun (jenis gempa) patut kita waspadai karena ini jalur sesar aktif Semangko yang kredibel,” jelasnya. 

Gempa swarm sudah beberapa kali terjadi di Indonesia. Pada 29 September 2017 gempa swarm juga terjadi di Jailolo, Ternate, dan Sofifi, Provinsi Maluku Utara. Total gempa yang terjadi selama periode 27 September 2017 pukul 21.09 WIB hingga 29 September 2017 pukul 07.00 WIB sebanyak 988 kali. 

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat, serta informasi dari BMKG. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami. Juga tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil.[]