Gempa Tasikmalaya Rusak 2.935 Rumah, Tim ACT Distribusi Bantuan Genting

Gempa Tasikmalaya Rusak 2.935 Rumah, Tim ACT Distribusi Bantuan Genting

ACTNews, TASIKMALAYA - Genting yang rubuh dan retakan di ribuan rumah menjadi bukti, betapa kuat dan keras guncangan gempabumi bermagnitudo 6,9 Skala Richter, di selatan Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (15/12). Saking besarnya guncangan gempa, bahkan getaran gempa dilaporkan terasa keras sepanjang pesisir selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan hingga Bali.

Mengutip data terkini yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejumlah 2.935 rumah mengalami kerusakan minor sampai kerusakan berat. Jumlah total itu mencakup kerusakan rumah yang terjadi di sepanjang Jawa Barat, Jawa Tengah sampai Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebelah selatan.

Dalam rilisan persnya, Sutopo Purwo Nugroho Humas BNPB mengatakan, dari 2.935 rumah yang mengalami kerusakan imbas gempa Tasikmalaya 6,9 Skala Richter, paling banyak ada di wilayah Jawa Barat.

Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jawa Barat Jumat malam (17/12) selang sejam pascagempa turun langsung mendekat ke episentrum gempa.

“Titik pertama kami menyisir wilayah Tasikmalaya Selatan. Kerusakan rumah paling parah menghampar di sepanjang Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Pangandaran,” kata Atep Salman, salah satu Tim MRI Jawa Barat yang ikut menyisir daerah terdampak gempabumi.

Laporan lanjutan BNPB menuliskan, sampai Ahad (17/12), total pendataan kerusakan akibat gempa Tasikmalaya mencatat sebanyak 451 rumah mengalami kerusakan berat, 579 rumah rusak sedang, dan 1.905 rumah rusak ringan.

Tim Emergency Response ACT kirim bantuan genting

Usai melakukan penyisiran ke beberapa lokasi terdampak gempa, Tim Emergency Response ACT menemukan sekian banyak rumah di Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya mengalami kerusakan sedang sampai berat. Mulai dari genting yang hancur berjatuhan, sampai keretakan rumah yang sangat membahayakan penghuni rumah.

“Kami mendatangi Kecamatan Culamega, jauh di pelosok Tasikmalaya, wilayah ini cukup dekat dengan titik pusat gempa. Ada sebuah rumah yang tampaknya dari luar baik-baik saja. Tetapi setelah melihat ke dalam ternyata keretakannya parah sekali,” ujar kata Lukman Solehuddin, Koordinator Tim Emergency Response ACT untuk respons gempa Tasikmalaya.

Lukman mengisahkan, tak hanya satu rumah yang mengalami keretakan parah. Tapi puluhan rumah yang kami datangi mengalami kerusakan yang sama. “Gempa Jumat kemarin memang terasa keras sekali di Culamega. Di atas peta, Kecamatan Culamega berada di Tasik Selatan, dekat dengan titik pusat guncangan gempa 6,9 SR,” tambahnya.

Tidak menunggu lama, usai mendata sekian banyak rumah yang mengalami kerusakan, tim Emegency Response ACT bergerak cepat untuk membeli ribuan buah genting rumah.

“Sebelum memperbaiki keretakan di setiap sudut rumah. Ahad (17/12) kemarin kami membeli ribuan genting. Ada banyak sekali rumah yang gentingnya ambruk jatuh. Kami memastikan agar masyarakat Culamega tidak kehujanan hari ini dan bisa nyenyak lagi tidur malam ini,” tambah Lukman.  

Pendataan mandiri yang dilakukan Tim Emergency Response ACT, sampai Senin (18/12) tercatat 1.292 rumah mengalami kerusakan akibat gempa. Dari jumlah tersebut 10% nya mengalami kerusakan berat. Jumlah kerusakan sebanyak itu hanya termasuk di Kecamatan Culamega saja. 

Seperti misalnya rumah keluarga Bapak Rohim, Ipat dan Dani. Lukman melanjutkan ceritanya, Tim Emergency Response ACT menemukan ketiga keluarga yang masih satu saudara ini mengalami nasib malang.

“Rumah ketiga keluarga ini nyaris ambruk. Keretakan rumahnya luarbiasa. Mereka kini tinggal di tenda. Satu tenda buat 3 keluarga. Hanya tenda terpal tipis yang jadi rumah mereka sekarang,” kata Lukman.

Untuk keluarga Rohim, Ipat dan Dani, Tim Emergency Response ACT mengirimkan bantuan pertama berupa paket logistik untuk kebutuhan pangan di tenda sementara. []

Tag

Belum ada tag sama sekali