Gemuruh Longsor di Ponorogo, Puluhan Warga masih Tertimbun

Gemuruh Longsor di Ponorogo, Puluhan Warga masih Tertimbun

ACTNews, PONOROGO - Sabtu pagi (1/4) bukan menjadi hari yang baik bagi sebagian besar warga Dusun Tangkil dan Dusun Kajaran, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Pagi itu, tanah masih becek karena hujan lebat sejak berhari-hari sebelumnya. Pagi yang lembap, dan sunyi di Desa Banaran mendadak berubah mencekam oleh gemuruh longsoran tanah yang bergerak dalam kecepatan luarbiasa. Tebing setinggi kurang lebih 20 meter dan lebar memanjang sekira 800 meter tiba-tiba amblas dan meluncur deras ke bawah.

Tanah longsor mengejutkan semua warga. Gemuruh yang didengar luarbiasa besar. Kesaksian warga setempat, gemuruh yang datang di pagi itu seperti suara pesawat besar yang datang dekat sekali dengan daratan. Gemuruh longsor hanya sekian menit, namun dampaknya begitu mematikan. Semenit setelah longsoran, hanya ada teriakan dan deru tangis.

Setidaknya 23 rumah warga ludes ditimbun material longsoran. Sebagian besar rumah tertimbun sepenuhnya. Sebagian lagi rusak berat, hanya sedikit yang mengalami kerusakan minor.

Tidak hanya itu, longsoran bukan hanya menimbun rumah, tapi juga menimbun puluhan penghuninya. Semua yang tertimbun bisa dipastikan tewas. Sampai rilisan ini diunggah, korban jiwa yang tertimbun longsoran berjumlah 26 orang. Belum lagi kabar tentang ada 15 orang pekerja yang sedang memanen jahe tepat di bawah tebing yang longsor.

Sementara dalam perkembangan lainnya, 1 orang sudah ditemukan atas nama Katemi, perempuan lanjut usia warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran. “Jenazah Mbah Katemi ditemukan oleh gabungan tim emergency sekitar pukul 11.00 siang hari Minggu (2/4). Mbah Katemi ditemukan tertimbun di dalam longsoran setelah 1.5 jam menggali menggunakan eksavator,” kata seorang relawan Aksi Cepat Tanggap Jawa Timur yang turun langsung ke lokasi.

Sejak Malam tadi, Sabtu (1/4) Tim Aksi Cepat Tanggap yang berada di lokasi sudah membuka posko darurat untuk respons longsor Ponorogo. “Posko ACT untuk bantuan darurat longsor Ponorogo ada di Dusun Cengkir, Desa Singgahan RT 01 RW 01 Kecamatan Pulung, Kab. Ponorogo (Rumah Bapak Toikun),” papar Ponco, salah satu bagian dari tim Emergency Respons ACT Jawa Timur.

Listrik masih padam total hampir di seluruh desa. Pasokan listrik masih mengandalkan genset. Minggu malam ini (2/4) fokus aksi tim ACT Jawa Timur akan menyiapkan dapur umum untuk pasokan puluhan Kepala Keluarga. Warga yang selamat dan berhasil menyelamatkan diri mengungsi dalam gelap di posko pengungsian, rumah Kepala Desa Banaran.

Selain berjibaku dengan proses evakuasi, Tim Aksi Cepat Tanggap Jawa Timur terus berada di lokasi hingga fase pemulihan kelak. “Rencana sampai satu pekan ke depan, ACT Jawa Timur akan menyiapkan dapur umum untuk pasokan pangan setiap hari untuk warga Dusun Tangkil dan Dusun Kajaran,” pungkas Ponco. []

Tag

Belum ada tag sama sekali