Gerakan Sedekah Pangan Nasional Sapa Pengumpul Sampah di TPA Winongo, Madiun

Tim ACT-MRI Madiun melakukan penyaluran bantuan kepada pekerja dan pemulung di TPA Winongo, Kota Madiun. TPA Winongo merupakan satu-satunya TPA yang menampung sampah warga kota Madiun. Pertahunnya, kurang lebih 130 ton sampah dihasilkan di pembuangan ini.

Beras Wakaf diterima pekerja dan pemulung TPA Winongo Kota Madiun. (ACTNews)

ACTNews, MADIUN – Gerakan Sedekah Pangan hadir untuk para pengepul barang bekas di TPA Winongo, Kota Madiun. Beras Wakaf sebagai bagian dari Gerakan Sedekah Pangan Nasional diterima dengan bahagia oleh 45 warga.

Aferu Fajar dari Tim Program Aksi Cepat Tanggap Madiun menjelaskan, kehadiran Gerakan Sedekah Pangan Nasional bertujuan membantu warga yang sehari-hari mendapatkan nafkah dari mengumpulkan barang bekas. “Insyaallah, dengan kehadiran Beras Wakaf GSPN bisa mengurangi pengeluaran mereka dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” ungkap Aferu.

GSPN merupakan salah satu gerakan yang dimasifkan ACT di seluruh Indonesia termasuk di Madiun. GSPN hadir untuk mendukung kebutuhan masyarakat prasejahtera, antara lain pekerja yang terkena PHK dan pekerja informal.

Budi selaku Penanggung Jawab TPA Winongo di Kota Madiun mewakili untaian terima kasih dari penerima manfaat. Para pengepul barang bekas pun amat bersyukur dengan kepedulian dermawan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada ACT Madiun yang telah peduli terhadap warga yang mencari nafkah dengan memulung sampah di TPA Winongo. Insya Allah bantuan yang diberikan tepat dan dimanfaatkan dengan baik oleh warga kami,” ujarnya.

TPA Winongo merupakan satu-satunya TPA yang menampung sampah warga kota Madiun. Kurang lebih 130 ton sampah dihasilkan per tahun. Hingga saat ini terdapat tujuh gunungan besar sampah dan tengah digunakan sebagai bahan baku pembuatan gas metan dan sauna.[]