Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan Terus Digencarkan di 10 Terakhir Ramadan

Di Tasikmalaya hingga hari ke-19 Ramadan, Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan telah mendistribusikan 2,5 ton Beras Wakaf, 306 karton Air Minum Wakaf, serta lebih dari 1400 sajian iftar ke nyaris 11 ribu penerima manfaat.

1
Seorang lansia di Tasikmalaya yang menerima Beras Wakaf dari Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan. Di Tasimalaya sendiri, hingga hari ke-19 Ramadan, total beras yang terdistribusi mencapai 2,5 ton. (ACTNews/Miftah Fauzi)

ACTNews, TASIKMALAYA – Menjelang akhir Ramadan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus meluaskan distribusi kebaikan Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan. Gerakan yang dimotori sedekah dermawan ini menghadirkan paket pangan untuk masyarakat, khususnya mereka dengan ekonomi prasejahtera. Ikhtiar ini dilakukan tak sekadar memaksimalkan ibadah di bulan suci, tapi juga mendapingi warga di tengah pandemi yang tak kunjung usai ini.

Kota Tasikmalaya menjadi salah satu wilayah yang secara masif melakukan distribusi pangan dari gerakan ini. Hingga hari ke-19 Ramadan, sedekah pangan telah menyapa 69 keluarahan di 10 kecamatan. Pangan dalam bentuk Beras Wakaf yang terdistribusi telah mencapai 814 paket atau setara 2,5 ton. Untuk Air Minum Wakaf sebanyak 306 karton ke lebih dari 280 masjid, serta lebih dari 1400 paket makanan siap santap tersaji untuk iftar bagi berbagai elemen masyarakat.

“Jika ditotal per 19 Ramadan, nyaris 11 ribu jiwa warga Kota Tasikmalaya menjadi penerima manfaat sedekah ini,” jelas Ridwan Fauzi dari tim Program ACT Tasikmalaya, Sabtu (1/5/2021).

Salah satu lokasi distribusi paket pangan Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan ini ialah Pesantren As Shofa di Kampung Cipeusar Cidahu, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu. Pesantren yang dirintis sejak 1990 silam ini memiliki 300 santri dengan 40 di antaranya bermukim di pesantren dan mereka datang dari keluarga prasejahtera juga yatim dan yatim piatu. Selain pesantren, manfaat Gerakan Sedekah pangan Ramadhan juga menyapa warga prasejahtera, lansia serta jemaah masjid.

Fauzi menambahkan, hingga kini, Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan masih terus berlangsung dan menunggu dukungan masyarakat yang lebih luas. Apalagi, mengingat tahun ini menjadi Ramadan kedua selama pandemi yang membawa banyak pengaruh pada kehidupan warga, termasuk ekonomi.

Untuk diketahui, Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan merupakan sebuah gerakan yang ACT gaungkan beberapa hari menjelang Ramadan lalu. Sedekah pangan masyarakat ditampung sementara di Wakaf Distribution Center-Global Wakaf untuk dilakukan pengecekan kualitas. Tujuannya, agar paket pangan yang didistribusikan ke masyarakat merupakan kualitas yang terbaik.[]