Gerobak Gratis untuk Suryanih Berjualan

Penghasilan yang tak seberapa, Suryanih gunakan untuk memenuhi kebutuhan makan lima anggota keluarga keluarganya. Ia juga punya utang yang harus dilunasi di bank keliling tiap minggunya.

suryanih
Suryanih mendapatkan bantuan grobak gratis dari program Wakaf Usaha Produktif ACT

ACTNews, KABUPATEN BOGOR Menjadi tulang punggung keluarga adalah peran yang harus dilakoni Suryanih. Sang suami yang menderita penyakit jantung dan asma membuat beliau mencari nafkah dengan membuka warung kelontong dan berjualan nasi uduk di depan rumahnya, di Desa Padurenan RT 07/02,  Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.   

Teras rumah dengan ukuran yang tak terlalu besar itu disulap menjadi lapak dagang, tumpuan satu-satunya untuk mencari nafkah. Dahulu, suami Suryanih bekerja menjadi pekerja buruh lepas. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi fisik pun menurun, ditambah lagi dengan adanya penyakit yang diderita.

Usaha warung ini dimulai dengan menjual makanan dan minuman ringan, dan beberapa kebutuhan rumah tangga. Namun, kian hari semakin banyak saja warung kelontong serupa, bahkan menawarkan lebih banyak pilihan barang yang bisa dibeli. Meski begitu, semangat Suryanih tidak pudar. Ia berinovasi dengan menjual nasi uduk pada pagi hari agar lebih menarik pelanggan.

"Kalau bukan dari penghasilan warung, saya gak tau dari mana uang untuk makan keluarga,” ucap Suryanih dengan nada lirih.

Penghasilan yang tak seberapa harus bisa mencukupi kebutuhan makan lima orang anggota keluarganya. Ia juga punya utang yang harus dilunasi di bank keliling tiap minggunya. 

Lebih besar pasak daripada tiang adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kondisi perekonomian keluarga Suryanih. Lantaran tak ada uang yang bisa disisihkan dari penghasilannya setiap hari, atap rumah yang bocor pun tak pernah bisa diperbaiki. Sering kali ia harus rela tidur di lantai beralaskan tikar ketika hujan.

Suryanih dan suaminya di warung kelontong yang mereka kelola. (ACTNews)

Suryanih mendapatkan gerobak gratis

Melalui program Wakaf Usaha Produktif (WUP), Suryanih mendapatkan grobak gratis sebagai bantuan sarana menjual setiap harinya. Gerobak tersebut diharapkan bisa meningkatkan penjualan Suryanih sehingga meningkatkan pendapatan harian. 

Tahun ini, jumlah gerobak yang telah disalurkan melalui program WUP sebanyak 90 gerobak dengan rincian, 50 booth hasil kolaborasi dengan Babarafi, 10 gerobak sayur, dan 30 gerobak kuliner.  

Proses pembagian gerobak gratis ini dimulai dengan asesmen ke pedagang yang berhak untuk mendapatkan bantuan oleh tim Global Wakaf-ACT. Jika memenuhi kriteria, maka akan disalurkan di setiap lokasi implementasi.

“Kami turunkan tim lapang untuk melakukan assessment, setelah dibuatkan profil, kemudian kami salurkan,” ujar Fathiyah Azizah dari tim Global Wakaf-ACT.[]