Gerobak Wakaf Dukung Pelaku Usaha Mikro di Masa Pandemi

Dampak pandemi nyaris setahun dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan mikro. Mereka mengalami penurunan penghasilan dan membutuhkan dukungan modal untuk kembali menggerakkan usaha mereka.

Gerobak wakaf
Supartini dan anaknya saat membawa pulang gerobak wakaf yang baru saja ia terima dari Global Wakaf, Jumat (19/2/2021). (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA SELATAN Di tengah pandemi yang masih tinggi kasus barunya, Global Wakaf-ACT tak hentinya mendampingi masyarakat, khususnya dalam ikhtiar membangkitkan perekonomian. Selain melalui bantuan modal usaha dalam bentuk uang tunai, Global Wakaf juga menyerahkan aset usaha produktif, seperti gerobak dagang, guna mempermudah pelaku usaha mikro. Kendaraan yang bisa membawa barang dagangan lebih banyak ini diharapkan mampu meningkatkan hasil jualan para pengusaha yang modal dan pendapatannya masih terbatas.

Jumat (19/2/2021) ini, melalui program Wakaf Usaha Produktif, Global Wakaf menyalurkan sebanyak 10 Gerobak Wakaf kepada 10 pelaku usaha di lingkungan Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan. Di wilayah permukiman padat penduduk tersebut, Gerobak Wakaf diterima oleh pelaku usaha mikro yang kondisi ekonominya prasejahtera.

“Penerima manfaat gerobak ini merupakan pelaku usaha skala kecil dan prasejahtera. Mereka semua berjualan di bidang kuliner,” ungkap Lusi, pendamping usaha di lingkungan Rawajati.

Lusi mengatakan, seluruh penerima manfaat gerobak ini merasakan dampak besar dari hadirnya pandemi. Pendapatan mereka turun drastis, sedangkan pengeluaran meningkat. Hal ini yang kemudian menjadi permasalahan besar karena selama pembatasan sosial di masa pandemi, modal usaha turut berkurang untuk menutupi kebutuhan hidup.

“Seluruh penerima manfaat sangat senang, apa lagi ini menjelang Ramadan yang jadi momentum meraup rezeki lebih banyak. Mereka saat pertama kali melihat wujud gerobak saja sudah membayangkan bakal meningkatkan penjualan,” tambah Lusi.

Salah satu penerima manfaaat Gerobak Wakaf ialah Supartini. Ibu tujuh anak ini sangat bahagia saat membawa pulang gerobak. Supartini yang sehari-harinya menjual lauk matang dan kue basah ini berencana menambah jumlah produksi dagangannya karena sekarang tak harus lagi menenteng dagangan keliling kampung.

“Saya biasa bawa jualannya ditenteng keliling kampung. Jumlahnya enggak banyak karena saya enggak kuat, padahal permintaan lumayan. Sekarang kalau ada gerobak bisa bawa dagangan lebih banyak sama bisa lebih jauh kelilingnya,” ungkap Supartini.

Hakim dari tim Global Wakaf mengatakan, gerobak wakaf ini dihadirkan sebagai bentuk dukungan bagi pelaku usaha kecil dan mikro untuk menghadapi masa pandemi seperti sekarang ini. Selain di Rawajati, Global Wakaf hingga awal Maret nanti bakal terus mendistribusikan gerobak serupa ke pelaku usaha kecil di berbagai daerah. “Ada dua jenis gerobak yang kami serahkan, pertama gerobak dorong, dan yang kedua itu gerobak sepeda. Alat angkut ini merupakan manfaat wakaf yang masyarakat salurkan melalui Global Wakaf,” jelasnya.[]