Getir dan Syukur Wardah Rayakan Iduladha di Pengungsian

Merayakan Iduladha di pengungsian, getir dan syukur menyatu. Iduladha tidak lagi dirayakan dalam kondisi yang sejahtera. Namun, Wardah bersyukur banyak dermawan peduli dengan pengungsi di ICS.

Getir dan Syukur Wardah Rayakan Iduladha di Pengungsian' photo

ACTNews, PALU - Bagi warga terdampak bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi di Sulawesi Tengah, tahun ini adalah kali pertama mereka merayakan Iduladha di pengungsian. Hal ini dirasakan oleh Wardah (40), penyintas bencana yang menghuni Integrated Community Shelter (ICS) ACT di Kelurahan Duyu, Kota Palu.

Sudah 10 bulan Wardah dan keluarganya tinggal di ICS Duyu. Rumahnya di Jalan Sungai Manonda Palu, telah rata dengan tanah akibat dihantam gempa bumi dan likuefaksi. Hingga kini ia belum mampu membangun kembali rumahnya.

“Tapi alhamdulillah, keluarga saya selamat semua,” ucap Wardah. Di ICS Duyu, ia tinggal bersama ibu, suami, serta anak-anaknya.

Merayakan Iduladha di pengungsian, getir dan syukur menjadi satu. Iduladha tidak lagi dirayakan dalam kondisi yang sejahtera. Namun demikian, Wardah mensyukuri satu hal: pada momen kurban kali ini, ada banyak dermawan yang peduli dengannya dan ratusan pengungsi lain di ICS.

ICS Duyu merupakan salah satu wilayah sasaran pendistribusian daging kurban oleh Global Qurban-ACT. Ahad (11/8), sebanyak 10 ekor sapi disembelih untuk warga yang mendiami ICS. Semuanya adalah amanah dari dermawan yang berkurban melalui Global Qurban-ACT.

Kepala Cabang Global Qurban-ACT Sulawesi Tengah Nurmarjani Loulembah mengatakan, puluhan sapi kurban itu didistribusikan kepada 550 kepala keluarga yang tinggal di ICS Duyu maupun ICS lainnya yang juga masih di wilayah Kota Palu.

“Selain pengungsi, daging kurban tersebut juga disalurkan kepada warga yang tinggal di sekitaran ICS, yang mana mereka juga adalah korban bencana alam,” kata Nurmarjani.


Melihat besarnya perhatian dermawan Indonesia dan ACT selama bencana hingga di momen kurban ini, Wardah begitu bersyukur. “Terima kasih ACT sudah banyak membantu kami dan hari ini kami dikasih lagi daging kurban. Keluarga saya jarang makan daging karena sudah kehilangan pekerjaan. Suami kerja hanya jadi buruh bangunan. Rencana dagingnya mau disate dan dimakan bersama keluarga,” isak Wardah, sambil menyeka air matanya. 

Selain di ICS Duyu, daging kurban juga dibagikan kepada 160 Kepala Keluarga (KK) yang menempati ICS Sidera, Kabupaten Sigi. Secara total, ada 40 sapi yang dikurbankan untuk warga terdampak bencana di Palu dan Sigi. Pendistribusian daging kurban berlangsung hingga hari tasyrik kedua, yakni Selasa (13/8). 

Tidak hanya itu, Global Qurban-ACT Sulteng juga merangkul para penyintas bencana di momen kurban kali ini dengan menghadirkan Syukuran Qurban pada Selasa (13/8). [] 

Bagikan