Global Qurban Hidupkan Tasyrik di Payakumbuh dan Limapuluh Kota

Iduladha tahun ini seakan istimewa bagi sebagian warga di Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Hal tersebut karena hadirnya Global Qurban-ACT membawa daging sembelihan untuk warga yang jarang meriahkan hari raya dengan berkurban.

Distribusi daging kurban di Payakumbuh dari Global Qurban-ACT. (ACTNews/Muhammad Afif)

ACTNews, PAYAKUMBUH Momentum Iduladha di tahun 2021 seakan istimewa bagi warga di Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Pasalnya, di tahun yang juga bertepatan dengan mawabahnya virus Covid-19, Global Qurban-ACT hadir untuk warga. Sebanyak 10 ekor sapi disembelih dan dibagikan, khususnya menyasar daerah-daerah yang jarang menikmati daging kurban dan pelosok. Kehadiran daging kurban dari dermawan ini juga meriahkan taysrik di dua kabupaten tersebut.

Almuhsinin dari tim Program Global Qurban-ACT Payakumbuh mengatakan, distribusi melibatkan warga serta relawan Masyarakat Relawan Indonesia. Hal ini dilakukan agar daging kurban tiba ke warga yang berhak mendapatkan dan sampai hingga ke penjuru Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

“Penentuan lokasi distribusi berdasarkan hasil asesmen yang sebelumnya telah dilakukan tiga pekan sebelum Iduladha. Sehingga, area distribusi benar-benar merupakan titik yang membutuhkan,” jelasnya, Kamis (22/7/2021).

Dalam pendistribusian daging kurban di Payakumbuh dan Limapuluh Kota, Global Qurban-ACT membaginya selama hari taysrik. Datangnya daging kurban pun disambut antusias warga, mereka bergotong royong, mulai dari penyembelihan, pencacahan hingga pengemasan.

“Sudah cukup lama rasanya daging kurban bisa dibagi merata seperti ini. Biasanya cuma satu kambing buat seluruh kampung. Tapi, hari ini sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya,” ungkap Kepala Jorong Sungai Data, Harau, Limapuluh Kota.

Perlu diketahui, hewan kurban yang disembelih di Payalumbuh dan Limapuluh Kota merupakan kurban yang disalurkan melalui Global Qurban-ACT. Sasaran utama penerima daging ini merupakan warga di penjuru negeri yang jarang menikmati daging kurban atau berekonomi prasejahtera.[]