Global Wakaf-ACT dan ZIS Rohis Lintasarta Berdayakan Puluhan UMKM di Jakarta Pusat

Sebanyak 25 UMKM mendapatkan bantuan modal serta pendampingan usaha buah kolaborasi Global Wakaf-ACT bersama ZIS Rohis Lintasarta. Bantuan ini menyasar pelaku usaha di tiga kecamatan di Jakarta Pusat.

bantuan modal ACT
Selain diasah lewat ilmu bisnis, para pelaku usaha juga diberikan motivasi spiritual dalam pendampingan. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Global Wakaf-ACT bersama ZIS Rohis Lintasarta menyerahkan bantuan modal usaha kepada para pelaku UMKM. Penerima manfaat tersebar di tiga kecamatan di Jakarta Pusat, yakni Kemayoran, Sawah Besar, dan Tanah Abang.

Fatiyah Azizah dari Tim Global Wakaf-ACT mengungkapkan, dalam pemberian bantuan, Global Wakaf-ACT bersama ZIS Rohis Lintasarta telah melakukan asesmen serta verifikasi langsung ke lokasi usaha. Bantuan tahap awal kemudian diberikan pada akhir Juli lalu, dan berlanjut di tahap kedua pada September ini.

"Pun setelah para pemetik manfaat mendapatkan bantuan tahap pertama, dilakukan monitoring dan evaluasi per dua bulan sebagai bahan pertimbangan untuk pemberian bantuan tahap kedua," jelas Fatiyah, Kamis (23/9/2021).


Di samping bantuan modal usaha, Global Wakaf-ACT bersama ZIS Lintasarta juga memberikan pendampingan intensif kepada para pemetik manfaat. Setiap dua pekan, dilaksanakan pendampingan kelompok, dan setiap bulan secara individu.

"Terdapat tiga nilai yang diterapkan dalam proses pendampingan, yaitu nilai spiritual motivation, character building, dan business management. Harapannya setelah mengikuti program ini, pelaku UMKM tidak hanya ber-mindset pedagang, tetapi memiliki jiwa entrepreneurship yang dermawan dan menjadikan usaha mereka sebagai ladang untuk meningkatkan amal," tambah Fatiyah.

Para penerima manfaat pun merasa tahapan-tahapan ini berdampak baik pada usaha mereka. Mulai dari peningkatan minat konsumen, hingga pencatatan keuangan yang baik.

Tahapan ini sejalan dengan harapan ZIS Rohis Lintasarta, di mana mereka ingin para penerima manfaat nantinya juga memiliki jiwa kedermawanan. Oleh karena itu, mereka lebih memilih pemberdayaan, bukan santunan.

“Jika memberi santunan, mungkin (hal) mudah, maka dari itu kami memilih bekerja sama dengan ACT untuk program ini supaya cita-cita kami ini terwujud. Kami mempercayakan kepada Global Wakaf-ACT, kami berharap cita-cita ini bisa terwujud. Teruntuk pendampingan, kami berharap pendampingan ini tidak putus setelah 3 bulan pendampingan serta ada hubungan kesinambungan untuk membantu para penerima manfaat,” kata Adit dari Tim Pemberdayaan Zakat Lintasarta.

Seperti yang diakui Nurmansyah, salah satu penerima manfaat pendampingan usaha. Aca, panggilan akrabnya, memulai usaha sebagai reseller roti srikaya satu tahun lalu setelah memutuskan berhenti dari pekerjaan sebelumnya sebagai karyawan. Dua bulan berjalan, usaha yang dijalani Aca malah serung merugi.

Hingga akhirnya, setelah pendampingan, Aca mencoba memproduksi sendiri roti srikaya dengan tiga varian, panggang, goreng dan kukus. Pencatatan keuangan pun diperbaiki, sehingga Aca mampu memprediksi jumlah roti yang ia produksi setiap harinya. Modal yang didapatkan pun dibelikan mixer yang membuat pekerjaannya lebih efisien hingga empat kali lipat.

"Kami terima kasih sekali buat Global Wakaf-ACT sudah membantu saya berwirausaha dan modal. Dengan adanya bantuan-bantuan ini insyaallah menjadi keberkahan untuk keluarga dan usaha saya. Mudah-mudahan juga bermanfaat untuk teman-teman yang kemarin mendapatkan," harap Aca.[]