Global Wakaf-ACT Hadirkan Sumber Air Bersih bagi Warga Desa Ketro, Pacitan

Warga Desa Ketro bisa enam kali bolak-balik manol atau mengambil air dengan ember dari penampungan dalam sekali kebutuhan.

Memenuhi kebutuhan air Desa Ketro, Global Wakaf-ACT menghadirkan Sumur Wakaf dan MCK. (ACTNews)

ACTNews, PACITAN – Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, terletak di wilayah pegunungan kapur di Kabupaten Pacitan. Keadaan itu membuat warga Desa Ketro kesulitan air bersih. Sekali pun ada, air kerap keruh karena zat kapur.

Tim Global Wakaf-ACT Madiun Aferu Fajar menjelaskan, kondisi air di Desa Ketro tidak layak konsumsi. Berdasarkan hasil asesmen Global Wakaf-ACT, kondisi air seperti itu ditemukan bukan hanya di sumber air rumah-rumah warga, tetapi juga di area persawahan. 

Baca juga: Sulitnya Air Bersih di Dusun Abadi yang Dikelilingi Bekas Galian Tambang


“Sebenarnya, masih ada satu sumber air bersih yang biasa diandalkan warga. Sumber itu adalah penampungan yang dibuat warga. Namun, letaknya jauh dengan permukiman. Warga pun mengambil air dengan cara mandol atau bolak-balik mengambil air dengan ember ke rumah masing-masing. Warga bisa enam kali manol sekali memenuhi kebutuhan air,” jelas Aferu.

Global Wakaf-ACT pun berikhtiar memudahkan akses warga dalam mendapatkan air bersih. Global Wakaf-ACT melakukan pipanisasi dari sumber air ke salah satu sekolah, yakni Madrasah Diniyah Al Fattah di Desa Ketro.

“MD Al Fattah kami pilih sebagai titik kumpul warga. Insyallah, dengan sumber air yang sudah dipusatkan di MD Al Fattah, jarak tempuh warga mengambil air menjadi lebih dekat. Air bisa langsung dialirkan melalui keran. Kami juga membangun MCK di MD Al Fattah,” terang Aferu.

Ustazah Wiwin selaku pengasuh MD Al Fattah, mewakili masyarakat, menyampaikan terima kasih atas bantuan pipanisasi Global Wakaf-ACT. Ia bersyukur sebab warga bisa lebih efektif dalam mendapatkan air bersih.

“Alhamdulillah, dengan bantuan ini, kami tidak lagi kesulitan mendapatkan air. Dulu, kami harus memikul sendiri. Bahkan, para santri di MD Al Fattah ini sering kali harus merelakan waktu belajarnya untuk memikul air. Semoga Allah membalas dengan berlipat ganda untuk para wakif,” ungkapnya.[]