Global Wakaf Dorong Belasan Pelaku Usaha di Banyumas Lewat Wakaf UMKM

Acara serah terima bantuan dihelat di Masjid Assalam Perum GSMT, Desa Karanglewas Lor, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, pada Rabu (16/3/2022).

bantuan umkm
Setelah melalui proses asesmen, para pelaku usaha mendapatkan bantuan aset-aset yang mereka butuhkan pada hari itu. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BANYUMAS – Global Wakaf-ACT bersama mitra Pegadaian Syariah Pasar Wage Purwokerto, memberikan bantuan modal usaha kepada dua belas pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas melalui program Wakaf UMKM. Acara serah terima bantuan dihelat di Masjid Assalam Perum GSMT, Desa Karanglewas Lor, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, pada Rabu (16/3/2022).

"Sebelumnya tim sudah melakukan asesment kepada penerima manfaat, sehingga kita bisa mengetahui kebutuhan aset masing-masing. Selanjutnya pengadaan aset dilakukan, bentuknya bermacam-macam ada gerobak, oven gas, kompor high pressure, dan lain-lain. Kebutuhan ini diberikan kepada para penerima manfaat pascaacara selesai,” kata Rama Fardiansyah dari Tim Global Wakaf-ACT Banyumas Raya.

Ia juga menjelaskan selain memberikan bantuan modal, Wakaf UMKM juga memberikan tambahan ilmu kepada para penerima manfaat melalui pendampingan usaha. Pendampingan usaha menjadi keunggulan dari program ini, sebab para penerima manfaat akan mendapatkan materi berupa manajemen usaha, keuangan, pemasaran dan branding serta motivasi spiritual.


Jumirah salah seorang penerima manfaat berterima kasih dengan kehadiran program Wakaf UMKM ini. Jumirah sehari-hari berjualan aneka olahan makanan seperti nasi rames, nasi uduk, nasi kuning, dan donat kentang. Ibu tunggal ini kini membiayai dua orang anaknya, sementara dua orang yang lain telah pergi merantau.

“Biasanya bikin 100-200 donat, kalau nasi bungkus itu bisa sampai 50 bungkus. Tapi setelah pandemi produksi makanan jadi turun, banyak pedagang baru juga jadi saingan lebih banyak lagi,” ungkap perempuan yang sudah menjalani usaha selama sebelas tahun belakangan ini.

Tetapi Jumirah tidak menyerah. Selama ini ia terus berikhtiar berjualan, walau kadang mengalami pasang surut. “Kadang tidak habis, saya kasih saja ke tetangga atau masyarakat sekitar,” cerita Jumirah. Ia pun berharap melalui bantuan modal usaha ini, ia bisa terus mempertahankan serta mengembangkan usahanya saat ini. []